Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Selatan Fokus Normalisasi Kali Krukut Tahun 2026, Targetkan Kurangi Banjir di Kawasan Padat Penduduk

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkot Jakarta Selatan Fokus Normalisasi Kali Krukut Tahun 2026, Targetkan Kurangi Banjir di Kawasan Padat Penduduk
Foto: Kondisi Kali Krukut, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 7/11/2025 (sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan memprioritaskan normalisasi Kali Krukut pada tahun 2026, sebagai langkah utama untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan padat penduduk seperti Kemang dan Petogogan.

Fokus Normalisasi di Segmen Prapanca hingga Tendean

Segmen Kali Krukut yang akan dinormalisasi berada di antara Jalan Prapanca (Kondominium Kintamani) hingga Tendean.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir tahunan di wilayah Jakarta Selatan.

"Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengarahkan melakukan normalisasi Kali Krukut zona dari belakang Kintamani sampai Tendean," ungkapnya.

Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai tersebut.

"Kita upayakan nanti tanggal 20 kita sosialisasikan, sebagian warga akan dipindahkan atau akan dibebaskan," ia mengungkapkan.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari proses relokasi warga ke rumah susun (rusun) yang direncanakan pemerintah.

Pembebasan Lahan dan Anggaran Capai Ratusan Miliar

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembebasan lahan untuk mendukung proyek ini.

Pembebasan lahan mencakup segmen Jalan Prapanca hingga Jalan Tendean, dengan luas total area terdampak mencapai 1,52 hektare.

Tercatat, sebanyak 65 bidang tanah perlu dibebaskan agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Panjang normalisasi Kali Krukut yang direncanakan mencapai 1,3 kilometer.

Proyek ini menjadi bagian dari penataan sistem drainase dan pengendalian banjir di Jakarta Selatan.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta memperkirakan biaya pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Krukut di wilayah Cilandak Timur, Pasar Minggu mencapai sekitar Rp344 miliar.

Santo menambahkan, "Mudah-mudahan setelah Ciliwung selesai pembenahan, akan berlanjut ke Krukut. Sehingga, nantinya di lingkungan warga di Jakarta Selatan yang dilintasi Kali Krukut tidak terdampak genangan lagi."

Penanganan Kali Krukut akan dilakukan bersamaan dengan normalisasi Kali Mampang, yang bermuara di belakang Museum Satria Mandala.

Kedua sungai tersebut menjadi prioritas utama dalam strategi pengendalian banjir terpadu di Jakarta Selatan.

Saat ini, Pemkot Jaksel masih menyusun kajian mendalam guna mendukung pelaksanaan proyek dan mendorong persetujuan dari warga terdampak.

kajian tersebut diharapkan mampu memperkuat dasar teknis dan sosial dalam menjalankan program strategis ini.

Penulis :
Shila Glorya