
Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile untuk mengantisipasi genangan dan banjir selama musim hujan, Kamis (15/1).
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan sistem pengendalian banjir di wilayah Jakarta Selatan berfungsi optimal.
Kesiapan Pompa Hadapi Musim Hujan
Kepala Seksi Pengelolaan Sarana Pengendali Banjir, Air Bersih, dan Air Limbah Sudin SDA Jakarta Selatan Herianto menyampaikan terdapat 39 titik pompa stasioner yang seluruhnya dalam kondisi baik dan siap dioperasikan.
“Kami menyiagakan 39 titik pompa stasioner yang saat ini seluruhnya dalam kondisi baik,” ungkap Herianto.
Selain itu, Pemkot Jakarta Selatan menyiapkan 14 unit pompa mobile yang dapat digerakkan langsung ke lokasi genangan.
Pada 2026 terdapat tambahan satu unit pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik sehingga total pompa mobile menjadi 15 unit.
Pemkot Jakarta Selatan juga menyediakan 30 unit pompa portabel atau pompa apung yang sebagian besar telah disebar ke berbagai kecamatan.
Tambahan satu unit mobil Unit Reaksi Cepat yang membawa pompa apung turut disiapkan untuk mempercepat penanganan genangan.
Imbauan Jaga Kebersihan dan Dukungan Anggaran
Herianto menegaskan pompa mobile harus langsung disiagakan di lokasi rawan genangan sesuai instruksi pimpinan.
“Sesuai instruksi pimpinan, pompa-pompa mobile atau trailer harus langsung disiagakan di titik-titik rawan genangan. Jadi, pompa trailer tidak boleh hanya tersimpan di gudang, melainkan langsung disebar ke lokasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh pompa sangat rentan terhadap sampah yang terbawa aliran air saat hujan dan banjir.
“Meskipun sampah dibuang di mana saja, saat banjir, sampah tersebut akan lari ke saluran air. Jika pengaliran airnya mengandalkan pompa, sampah tersebut dapat merusak pompa. Berdasarkan pengalaman kami, kerusakan pompa sering kali disebabkan oleh sampah,” jelas Herianto.
Sudin SDA Jakarta Selatan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan agar sampah tidak masuk ke saluran air.
Pemkot Jakarta Selatan memastikan seluruh pompa di setiap wilayah tetap berfungsi dengan baik selama musim hujan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir dan Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir pada Tahun Anggaran 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








