
Pantau - Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kepulauan Riau, Iqramsyah Putra menyatakan bahwa perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal cukup marak terjadi di Batam.
Posisi Batam Jadi Faktor Rawan Perdagangan Orang
Menurut Iqramsyah, tingginya kasus TPPO dan PMI ilegal di Batam disebabkan oleh letak geografis kota tersebut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
"Selain narkotika, perkara TPPO dan PMI ilegal juga cukup banyak terjadi di Batam. Setiap bulannya kami menangani lima sampai 10 perkara," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat Batam berbeda dari wilayah lain di Indonesia, karena hampir setiap bulan muncul kasus baru.
"Jadi Batam ini berbeda dengan daerah lain. Karena berbatasan dengan luar negeri, cukup banyak perkara PMI di Batam," ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Kejari Batam mencatat telah menangani 53 perkara PMI ilegal dan 46 perkara TPPO.
Modus Beragam, Korban Banyak dari Luar Kepri
Para pelaku TPPO dan penyelundupan PMI ilegal menggunakan berbagai modus, mulai dari pembuatan paspor hingga meloloskan calon PMI di pelabuhan.
Korban tidak hanya berasal dari Batam dan Kepulauan Riau, namun juga dari luar provinsi seperti Lombok dan Jawa.
"Mungkin karena Batam ini merupakan jalur perbatasan. Batam merupakan daerah transit bagi calon-calon pekerja migran ke luar negeri. Banyak sekali PMI itu dari Lombok, Jawa yang ingin ke luar negeri tapi tidak melalui prosedur yang benar," jelas Iqramsyah.
Ia menambahkan, oknum-oknum tertentu memanfaatkan celah ini untuk menyelundupkan PMI secara ilegal.
"Modusnya membantu membuat paspor, meloloskan di pelabuhan," katanya.
Penegakan Hukum Dilakukan Tanpa Pandang Bulu
Iqramsyah menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap kasus TPPO dan PMI ilegal dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi.
Petugas di lapangan sudah memahami dan mengenali pola kerja para pelaku.
"Apa yang dilakukan para calo ini sudah terbaca oleh petugas. Kejari Batam juga tidak pandang bulu menindak siapapun oknum yang terlibat," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dengan memantau jalur-jalur rawan penyelundupan dan meningkatkan pengawasan di titik-titik keluar masuk wilayah Batam.
- Penulis :
- Aditya Yohan







