
Pantau - Komisi VI DPR RI menyoroti peran strategis Perum Bulog dalam menjamin ketersediaan dan distribusi stok pangan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan bahwa Bulog memiliki posisi kunci dalam memastikan kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat bencana.
"Komisi VI memandang penting peran strategis Perum Bulog dalam penanganan bencana yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh khususnya menjamin ketersediaan stok dan distribusi pangan pokok pada situasi darurat," ungkap Eko.
Bulog Diminta Aktif di Lapangan
Dalam situasi bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra, peran Bulog tidak cukup hanya menjaga stabilitas harga dan stok secara nasional.
Bulog juga dituntut untuk hadir lebih aktif dalam penyediaan cadangan pangan guna respons cepat di daerah-daerah terdampak.
"Dalam konteks ini, Perum Bulog diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi stabilitas harga dan stok nasional, tetapi juga berperan aktif dalam penyediaan cadangan beras pemerintah untuk respons cepat tanggap kaitan dengan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera," ia mengungkapkan.
Dorongan Koordinasi dan Sinergi Lintas Sektor
Eko menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, terutama dengan Pemerintah Daerah dan BUMN lain, guna memastikan distribusi pangan ke wilayah terdampak berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Selain itu perlu serta penguatan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan BUMN lintas sektor agar akses pangan masyarakat terdampak tetap terjaga secara cepat tepat, akurat, dan berkelanjutan," katanya.
Komisi VI DPR RI juga mendorong penguatan sinergi antara Bulog dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya Pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh.
"Penguatan sinergitas antara Bulog dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah penting dalam membangun sistem pangan nasional yang lebih tangguh, berkelanjutan integrasi fungsi pengadaan, stabilitas serta pengelolaan cadangan pangan," ujar Eko.
- Penulis :
- Shila Glorya
- Editor :
- Tria Dianti







