Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Brigadir Nurhadi: Tenggelam dan Luka Fatal di Leher

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Brigadir Nurhadi: Tenggelam dan Luka Fatal di Leher
Foto: Dokter forensik dari Universitas Mataram dr Arfi Syamsun memperlihatkan data hasil proses pengambilan sampel dari otopsi jenazah Brigadir Muhammad Nurhadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Kamis 22/1/2026 (sumber: ANTARA/Dhimas B.P)

Pantau - Dokter forensik Universitas Mataram, dr Arfi Syamsun, mengungkap penyebab kematian Brigadir Muhammad Nurhadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam kesaksiannya, Arfi menjelaskan bahwa ia melakukan otopsi terhadap jenazah Brigadir Nurhadi atas permintaan penyidik Polda NTB melalui proses ekshumasi yang dilakukan pada 1 Mei 2025.

"Itu sekitar dua pekan setelah kejadian. Saya melakukan otopsi dari proses ekshumasi pada tanggal 1 Mei 2025," ungkapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Lalu Moh. Sandi Iramaya.

Pemeriksaan Luar dan Dalam Jenazah

Arfi menyampaikan bahwa ia memeriksa luka-luka di seluruh tubuh korban, termasuk luka luar dan dalam.

"Luka-luka yang saya lihat dari pemeriksaan luar itu ada yang luka memar dan ada luka lecet tekan," ujarnya menjelaskan.

Pemeriksaan bagian dalam difokuskan pada otak dan paru-paru karena korban diketahui sempat tenggelam di dasar kolam kecil sebelum dinyatakan meninggal.

"Kalau otaknya sudah seperti bubur, hitam pekat. Dalam paru-paru ada resapan air, kalau tulang rusuk normal," jelas Arfi saat memberikan keterangan.

Penyebab Kematian dan Hasil Pemeriksaan

Arfi mengungkap bahwa ia mengambil sampel dari semua organ dalam seperti paru-paru, otak, ginjal, dan hati, kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan di kampus Universitas Mataram.

"Sampel paru-paru, sampel otak, ginjal, hati, semua saya ambil dan lakukan pemeriksaan di kampus. Sepekan kemudian hasilnya keluar," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, ia menyimpulkan bahwa penyebab kematian Brigadir Nurhadi adalah karena masuknya air ke dalam paru-paru atau tenggelam.

"Saya mengatakan sebab kematiannya adalah masuknya air ke dalam paru-paru atau tenggelam, itu yang saya bahasakan," jelasnya di hadapan hakim.

Selain itu, Arfi juga menegaskan adanya luka fatal yang berkontribusi terhadap kematian, yaitu pendarahan di bagian leher belakang dan patah pada tulang lidah.

"Yang fatal itu patah tulang lidah dan pendarahan di leher belakang," ia mengungkapkan, merujuk pada berita acara pemeriksaan yang telah ia tandatangani.

Penulis :
Leon Weldrick