Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Cakupan Layanan Air Minum Perpipaan di Jakarta Tembus 80 Persen, PAM Jaya Pastikan Tidak Naikkan Tarif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cakupan Layanan Air Minum Perpipaan di Jakarta Tembus 80 Persen, PAM Jaya Pastikan Tidak Naikkan Tarif
Foto: Cakupan Layanan Air Minum Perpipaan di Jakarta Tembus 80 Persen, PAM Jaya Pastikan Tidak Naikkan Tarif

Pantau - Perumda PAM Jaya mencatat cakupan layanan air minum perpipaan di wilayah DKI Jakarta mencapai 80,24 persen hingga akhir tahun 2025, dengan total pelanggan mencapai 1.178.022 sambungan rumah.

Kinerja PAM Jaya Melampaui Era Kerja Sama

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam pemerataan layanan air minum perpipaan di ibu kota.

"Capaian ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperluas layanan air minum perpipaan secara merata", kata Arief Nasrudin.

Sebagai pembanding, cakupan layanan pada tahun 1998 hanya berada di angka 56,88 persen.

Selama periode kerja sama dengan mitra swasta dari tahun 1998 hingga 2023, peningkatan cakupan hanya sebesar 10,77 persen.

Sementara itu, dalam rentang waktu yang jauh lebih singkat, yaitu sejak PAM Jaya mengambil alih pengelolaan penuh pada 2023 hingga 2025, peningkatan cakupan mencapai 12,59 persen.

"Dalam waktu yang jauh lebih singkat, peningkatan cakupan layanan di era PAM Jaya melampaui pertumbuhan cakupan selama 25 tahun di era kerja sama sebelumnya", ungkapnya.

Sepanjang tahun 2025 saja, PAM Jaya menambah sebanyak 206.537 sambungan rumah baru ke jaringan perpipaan.

Fokus Layanan Merata Tanpa Bebani Pelanggan

Arief menegaskan bahwa air minum perpipaan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi prioritas perusahaan.

Setiap kebijakan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan kemampuan membayar pelanggan, sekaligus mempercepat pemenuhan akses air minum perpipaan di seluruh Jakarta.

Pada tahun 2026, PAM Jaya akan memfokuskan sumber daya pada penguatan operasional dan peningkatan kualitas layanan.

"PAM Jaya berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air minum perpipaan yang layak tanpa menambah beban pelanggan", tegas Arief.

"Karena itu, tidak terdapat penyesuaian tarif pada tahun ini", ia menambahkan.

PAM Jaya juga terus melakukan efisiensi internal, optimalisasi sistem distribusi, serta penguatan tata kelola perusahaan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah ini, PAM Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mendukung pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf