
Pantau - Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa Bogor merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter sejak Kamis sore, 22 Januari 2026.
Banjir yang terjadi merupakan gelombang kedua setelah sempat surut sebelumnya.
Air Naik Dini Hari, Warga Bertahan di Rumah
Camat Jatinegara, Endang Kartika, menjelaskan bahwa air sempat turun namun kembali naik setelah status Bendung Katulampa kembali meningkat.
"Jadi tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali sehingga sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter," ungkapnya.
Banjir ini merupakan banjir kiriman dari hulu akibat peningkatan debit air Sungai Ciliwung dan status Siaga 3 di Bendung Katulampa.
"Iya, banjir kiriman Ciliwung dan Katulampa, karena di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) sore. Ini adalah tahap kedua," ia menambahkan.
Endang menyatakan bahwa pemerintah kecamatan telah bersiap membantu warga sejak awal.
"Alhamdulillah kami sudah siap-siap membantu warga. Untuk wilayah Kebon Pala sendiri air sudah mulai surut di angka sekitar 125 sentimeter," ujarnya.
Hingga Jumat pagi, belum ada warga yang mengungsi ke tempat penampungan resmi.
Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing, sementara lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara.
"Untuk sementara ini belum ada pengungsian. Di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, tapi warga sudah mempersiapkan diri," jelas Endang.
Petugas kecamatan terus melakukan pemantauan dan bersiaga di wilayah-wilayah rawan banjir untuk mengantisipasi kenaikan air susulan.
Banjir Meluas ke 125 RT dan 14 Ruas Jalan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir pada Jumat pagi menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Jakarta.
"Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," ujar pihak BPBD.
Sebelumnya, pada Kamis malam jumlah RT terdampak sempat mencapai 132 RT.
Banjir sempat menyusut dan pada Jumat dini hari hanya tersisa 106 RT yang tergenang.
Namun, kondisi kembali memburuk pada Jumat pagi, dengan genangan meluas hingga 125 RT di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 14 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 65 sentimeter.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







