
Pantau - Pelatihan Tactical Floor Game (TFG) digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk musim haji 1447 H/2026 M.
Pelatihan ini bertujuan memastikan bahwa pelayanan jemaah haji dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak bergantung pada improvisasi lapangan.
Melalui metode TFG, strategi pelayanan dirancang dan disimulasikan jauh sebelum para petugas tiba di Tanah Suci.
Simulasi Medan Haji Lewat Maket Taktis
Di dalam aula pelatihan, berbagai maket visual disusun menyerupai lokasi-lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji.
Maket tersebut antara lain berupa miniatur Ka'bah lengkap dengan kiswah emas, tenda-tenda putih di Mina, bus jemaah, hingga kompleks Jamarat bertingkat.
Representasi ini membentuk gambaran spasial yang menyerupai kondisi geografis nyata di Arab Saudi.
Letkol Infanteri Surnadi, pria berbaju loreng yang bertugas sebagai Koordinator Materi TFG, memimpin simulasi di tengah maket menggunakan tongkat penunjuk.
Ia menjelaskan pergerakan jemaah dalam fase-fase krusial haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang dikenal sebagai Armuzna.
"Pelayanan haji adalah operasi kemanusiaan berskala besar yang menuntut presisi, kecepatan, dan ketepatan strategi," ungkapnya di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat.
Metode Militer untuk Pelayanan Kemanusiaan
Konsep TFG sendiri diadaptasi dari dunia militer, di mana taktik dan manuver pasukan disimulasikan terlebih dahulu di atas maket sebelum terjun ke medan sebenarnya.
Dalam konteks penyelenggaraan haji, filosofi ini diterapkan untuk memetakan strategi pelayanan di lapangan secara matang.
TFG kini telah menjadi standar operasional dalam pelatihan petugas haji dan terbukti efektif di berbagai daerah kerja, seperti Daker Madinah, Daker Bandara, dan Daker Makkah.
Namun demikian, tantangan terbesar tetap ada pada fase puncak ibadah haji yaitu Armuzna, di mana efektivitas TFG diuji secara langsung dalam kondisi riil.
Letkol Surnadi menekankan pentingnya penguasaan medan dan kesiapan taktis untuk menghadapi dinamika lapangan selama fase tersebut.
"Penguasaan medan dan simulasi taktis sangat penting agar petugas tidak gagap saat menghadapi jutaan jemaah dalam waktu dan lokasi yang bersamaan," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








