
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 dengan menyoroti konflik yang terjadi di Timur Tengah menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Puan menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan konflik geopolitik yang menggunakan kekuatan militer.
Menurutnya, ketegangan tersebut menunjukkan dinamika hubungan internasional yang dipengaruhi kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, serta persaingan kekuatan global.
Puan Maharani mengatakan, "Konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional, tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,".
Ia menilai eskalasi aksi militer yang terjadi menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan militer saat ini telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Puan juga menyebut konflik tersebut memperlihatkan dominasi negara tertentu terhadap negara lain.
Selain itu, situasi tersebut menunjukkan lemahnya peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas.
Ia juga menilai kondisi tersebut mencerminkan kegagalan sistem keamanan global dalam menjamin keseimbangan kepentingan antarnegara.
DPR Dorong Penguatan Hukum Internasional
Puan menyatakan bahwa kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan hukum internasional.
Ia juga menekankan perlunya penguatan peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, lembaga internasional perlu memastikan terciptanya keadilan, stabilitas global, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.
DPR RI menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan konflik.
DPR juga mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
DPR menekankan pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur damai dengan tetap menghormati kedaulatan negara.
DPR Desak PBB Ambil Peran
DPR RI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil peran dalam merespons konflik tersebut.
PBB diharapkan dapat bertindak untuk menjaga penghormatan terhadap hukum internasional.
PBB juga diminta memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil serta menjaga perdamaian dan stabilitas global.
Puan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia harus tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Puan Maharani mengatakan, "DPR RI juga menegaskan pemerintah RI harus terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berkembang,".
Dalam pidatonya, Puan juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam konflik tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








