Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gempa M7,6 Ternate-Bitung Sebabkan Satu Warga Meninggal dan Satu Luka Patah Kaki

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gempa M7,6 Ternate-Bitung Sebabkan Satu Warga Meninggal dan Satu Luka Patah Kaki
Foto: (Sumber : Sejumlah polisi mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa/aa..)

Pantau - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Ternate-Bitung pada Kamis pagi menyebabkan satu warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah kaki.

Korban dan Dampak Kerusakan

Humas Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng mengatakan korban meninggal dan luka terjadi akibat dampak gempa yang dirasakan kuat di wilayah Manado.

"Korban yang mengalami cedera patah kaki sudah mendapat penanganan," ungkapnya.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sisi barat Gedung KONI Sario di Kota Manado.

Aparat keamanan saat ini melakukan pembersihan puing bangunan, meskipun masih terdapat material yang menggantung dan belum dapat dibersihkan.

Aktivitas di sekitar lokasi dilaporkan mulai kembali normal meski proses pembersihan masih berlangsung.

Kronologi Gempa dan Imbauan

Gempa terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo 7,6 dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 33 kilometer.

Lokasi episenter berada sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Basarnas menyatakan akan terus bersiaga dan memperbarui data terkait korban serta kerusakan yang ditimbulkan.

"Kami berharap warga berhati-hati dan mengikuti arahan dari pemerintah. Tetap tenang dan mencari informasi dari BMKG," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, gempa ini juga memicu kepanikan di sejumlah wilayah dan sebelumnya sempat menimbulkan peringatan potensi tsunami.

Penulis :
Ahmad Yusuf