Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

KAI Tanjungkarang Catat Lonjakan Penumpang 14% saat Libur Nataru 2025/2026, Rajabasa dan Kualastabas Jadi Favorit

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KAI Tanjungkarang Catat Lonjakan Penumpang 14% saat Libur Nataru 2025/2026, Rajabasa dan Kualastabas Jadi Favorit
Foto: (Sumber: Penumpang memadati stasiun kereta api Tanjungkarang. Bandarlampung, Jumat (26/12/2025). (ANTARA/HO-KAI Tanjungkarang).)

Pantau - PT KAI Divre IV Tanjungkarang mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 14,09 persen selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 29.794 penumpang yang menggunakan layanan kereta api.

Puncak perjalanan terjadi pada 21 Desember 2025 dengan jumlah 4.481 penumpang, lebih tinggi dari puncak arus libur tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan perjalanan yang aman dan nyaman.

KA Rajabasa dan Kualastabas Jadi Pilihan Utama

Dua kereta yang paling diminati selama periode Nataru adalah:

KA Rajabasa: rute Tanjung Karang – Kertapati, melayani satu perjalanan pulang pergi per hari.

KA Kualastabas: rute Tanjung Karang – Baturaja, melayani dua perjalanan pulang pergi per hari.

Kepala KAI Divre IV Tanjungkarang, Mohamad Ramdany, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari evaluasi berkala terhadap sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas SDM.

“Kenaikan ini membuktikan kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi aman, nyaman, dan andal,” ujarnya.

Fokus pada Layanan dan Imbauan bagi Penumpang

KAI Divre IV terus berupaya meningkatkan layanan dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.

Penumpang juga diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun dan mematuhi aturan perjalanan demi kelancaran operasional.

Selain mendukung mobilitas warga selama liburan, peningkatan jumlah penumpang ini juga dinilai membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Penulis :
Gerry Eka