Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Bea Cukai Lepas Ekspor Sarang Burung Walet dan Olahan Singkong

Bea Cukai Lepas Ekspor Sarang Burung Walet dan Olahan Singkong Bea Cukai Sumatera Utara, bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan PT Ori Ginalnest Indonesia. (Foto: Humas Bea Cukai)

Pantau.com - Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Oza Olavia ikut melepas ekspor komoditi sarang burung walet senilai Rp24,29 miliar dan produk olahan singkong senilai Rp1 miliar. Ekspor tersebut dilepas oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, pada Sabtu, 7 November 2020.

Oza menyampaikan, total barang yang diekspor sebesar 21 ton terdiri dari satu ton sarang burung walet milik PT Ori Ginalnest Indonesia, dan 20 ton produk olahan singkong milik PT Alpha Gemilang Sejahtera (AGS).

“Bea Cukai siap memberikan asistensi dalam hal fasilitasi perdagangan agar dapat menstimulasi pertumbuhan ekspor yang akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia,” ujar Oza.

Baca juga: Bea Cukai Kediri Gencarkan Edukasi Ekspor untuk Gairahkan Industri Mikro

Jerry Sambuaga mengungkapkan, PT Ori Ginalnest Indonesia mengirim sarang burung walet tersebut ke China, Eropa, Amerika Serikat, Australia, Taiwan dan Singapura.

Menurut Jerry, produk sarang burung walet akan sangat lebih baik apabila siap saji sehingga bisa cepat dikonsumsi. “Ke depannya harus direncanakan bagaimana ini bisa menjadi produk yang siap konsumsi, akan menambah nilai tambah yang luar biasa,” ujar Jerry.

Data Kementerian Pedagangan Januari-Oktober 2020 mencatat, nilai ekspor sarang burung walet PT Ori Ginalnest Indonesia naik 10 persen menjadi 39,5 juta dolar AS dari periode yang sama pada tahun 2019 sebesar 35,4 juta dolar AS. Pemilik PT Ori Ginalnest Indonesia, Rusiana mengungkapkan total ekspor sarang burung waletnya naik 15 sampai 20 persen.

Baca juga: Dorong Kepatuhan Penjual Eceran, Bea Cukai Sita Rokok Ilegal di 3 Daerah

Sementara itu nilai ekspor produk olahan singkong atau ubi yang diekspor oleh PT AGS tercatat naik 21 persen pada periode Januari-Oktober 2020 atau sebesar 235.000 dolar AS, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 186.000 dolar AS.

Karena itu, Edy Rahmayadi mengapresiasi pelaku usaha yang masih produktif dan tetap melakukan ekspor meski di masa pandemi. "Saya apresiasi ini, pelaku usaha bisa meningkatkan ekspornya walaupun di dalam kondisi pandemi ini," kata Edy.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: