Pantau Flash
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga

Jika Dipecat, Segini Besaran Pesangon yang Didapat Karyawan

Jika Dipecat, Segini Besaran Pesangon yang Didapat Karyawan Ilustrasi PHK. (Foto: Antara)

Pantau.com - Di tengah pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perlu diketahui karyawan berhak dapat pesangon, bila dipecat jumlahnya gak sedikit, bisa berkali-kali lipat gaji pokok per bulan.

Tapi kembali lagi, siapa sih yang senang mendapatkan cuan banyak dalam kondisi harus kehilangan pekerjaan? Mendapat pesangon PHK tentu hal yang sangat menyakitkan. Artinya, kamu telah kehilangan salah satu sumber utama pendapatan untuk menghidupi biaya sehari-hari.

Kalau punya tabungan atau dana darurat dalam jumlah banyak mungkin masih aman untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sampai dapat kerjaan baru, tapi kalau gak ada tabungan ini jadi biang masalah.

Baca juga: Pemerintah Harus Tindak Perusahaan yang PHK Massal Tanpa Beri Pesangon

Yang ada sobat Pantau clingak-clinguk bingung mau makan pakai apa. Duh, jangan sampai kamu salah satunya ya gengs!

Tapi, beruntunglah para pekerja di Indonesia, khususnya, bagi yang sudah berstatus karyawan tetap. Undang-Undang 1945 sudah mengatur tentang jaminan sosial tenaga kerja. Gak hanya itu, sudah banyak Undang-Undang dan Peraturan Menteri yang telah menjamin kesejahteraanmu setelah di-PHK.

Di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 juga dijelaskan, jaminan sosial ditujukan untuk memenuhi kehidupan yang layak bagi para pekerja, baik yang buat pekerja, maupun yang kena pemutusan hubungan kerja.

Berdasarkan landasan hukum di atas, semua pekerja berhak mendapatkan jaminan sosial, bagi yang sudah di PHK, maka dia berhak mendapatkan pesangon.

Tapi, kadang masih banyak juga yang bingung berapa sih pesangon PHK? jumlah besaran pesangon itu juga turut diatur dalam beberapa peraturan. Nominalnya disesuaikan dengan berapa lama dia berkontribusi untuk perusahaan sebelum diberhentikan.

Soal besaran nominal pesangon PHK yang diterima oleh para pekerja sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pasal 156.

Baca juga: Begini '6 Jurus Sakti' Presiden Jokowi Cegah PHK Massal

Pada ayat 1, di situ tertulis ketika pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Besarannya ditentukan berdasarkan masa kerja sebelum dipecat yang kemudian tercantum di ayat kedua:

Masa kerja                                         Perhitungan pesangon
< 1 tahun                                                 1 bulan upah
> 1 tahun hingga < 2 tahun                     2 bulan upah
> 2 tahun hingga < 3 tahun                     3 bulan upah
> 3 tahun hingga < 4 tahun                     4 bulan upah
> 4 tahun hingga < 5 tahun                     5 bulan upah
> 5 tahun hingga < 6 tahun                     6 bulan upah
> 6 tahun hingga < 7 tahun                     7 bulan upah
> 7 tahun hingga < 8 tahun                     8 bulan upah
> 8 tahun                                                 9 bulan upah

Ketika mengalami pemecatan, para pegawai tak hanya  mendapatkan uang pesangon PHK. Namun juga mendapatkan uang penghargaan, besaran uang penghargaan juga didasarkan pada masa mengabdi terhadap perusahaan.

Berikut ini besarannya jika berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 3:

Masa kerja                                             Perhitungan pesangon

> 3 tahun hingga < 6 tahun                         2 bulan upah
> 6 tahun hingga < 9 tahun                         3 bulan upah
> 9 tahun hingga < 12 tahun                       4 bulan upah
> 12 tahun hingga < 15 tahun                     5 bulan upah
> 15 tahun hingga < 18 tahun                     6 bulan upah
> 18 tahun hingga < 21 tahun                     7 bulan upah
> 21 tahun hingga < 24 tahun                     8 bulan upah
> 24 tahun                                                 10 bulan upah

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: