Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Menaker Ingatkan Pekerja Penerima BSU untuk Cek Kembali Nomor Rekening

Menaker Ingatkan Pekerja Penerima BSU untuk Cek Kembali Nomor Rekening Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengingatkan kepada pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan masuk dalam kategori penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1,2 juta agar teliti kembali saat memberikan nomor rekeningnya kepada pemberi kerja.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari gagal transfer BSU akibat rekening yang tutup, statusnya pasif dan bahkan tidak valid. "Saya mendorong kepada teman-teman pekerja atau buruh yang sekiranya merupakan penerima subsidi gaji agar dicek kembali nomor rekeningnya. Karena yang kami butuhkan adalah rekening aktif sehingga penyaluran tepat sasaran," ujar Ida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

"Saya mohon kepada pemberi kerja juga aktif berkomunikasi kepara para pekerjanya," katanya.

Baca juga: Sabar Ya, BSU Rp1,2 Juta Tahap III Butuh 4 Hari untuk Pencairan

Saat ini, Kemnaker mencatat program BLT subisi gaji telah diterima ke 8.534.217 pekerja. Penyerahan itu berlangsung dari tahap I hingga tahap III.

Ida Fauziyah menjelaskan penyaluran subsidi gaji berjalan lancar. Data per 18 September 2020 menunjukkan, realisasi penyaluran tahap I telah mencapai 2.484.429 orang atau 99,38 persen dari total penerima tahap I sebanyak 2,5 juta orang.

Untuk tahap II, penyalurannya telah mencapai 2.980.346 orang atau 99,34 persen dari total penerima tahap II sebanyak 3 juta orang. Sedangkan untuk tahap III telah mencapai 3.069.442 orang atau 87,70 persen dari total 3,5 juta orang.

“Alhamdulillah, penyaluran bantuan subsidi upah bagi para pekerja telah berjalan dengan baik. Dari tahap I sampai tahap III penyalurannya sudah mencapai angka 8.534.217 orang atau sekitar 94,82 persen dari total 9 juta orang penerima," tuturnya.

Baca juga: Tak Penuhi Syarat, Menaker Ida Minta BSU yang Cair Dikembalikan

Ida berharap bantuan subsidi upah dapat mengurangi beban dan sekaligus mampu menaikkan daya ekonomi para pekerja di masa pandemi COVID-19.

“Bantuan subsidi upah ini diarahankan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja/buruh serta mendongkrak konsumsi rumah tangga. Sehingga, kemudian menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: