Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

Presiden Jokowi Akan Pidato RAPBN 2021

Presiden Jokowi Akan Pidato RAPBN 2021 Presiden Joko Widodo tiba kembali di Gedung Nusantara, kawasan MPR/DPR, Jakarta, pada Jumat siang, untuk menyampaikan pidato RUU APBN 2021 beserta nota keuangannya. (Indra Arief)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo tiba kembali di Gedung Nusantara, kawasan MPR/DPR, Jakarta, pada Jumat (14/8/2020) siang, untuk menyampaikan pidato RUU APBN 2021 beserta nota keuangannya.

Presiden tiba di gedung parlemen pukul 13. 40 WIB, dengan mengenakan pakaian formal berdasi dan berstelan jas hitam, setelah pada sidang sebelumnya di sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD, Presiden berbusana adat Sabu asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Menkeu: Presiden Minta RAPBN 2021 Fokus di 4 Program Besar

Kepala Negara menghadiri sidang penyampaian keterangan pemerintah soal RUU APBN 2021 itu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker dan berjaga jarak.

Para pejabat negara yang bertemu Presiden di Gedung Nusantara tidak saling berjabat tangan, melainkan hanya mengatupkan tangan di dada, agar tetap bisa berjaga jarak. Wakil Presiden Ma’ruf Amin sudah tiba sebelum Presiden di Gedung Nusantara.

Turut hadir dalam penyampaian pidato nota keuangan RAPBN 2021 yang digelar terbatas itu antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dan sejumlah pimpinan lembaga negara.

Baca juga: Demo Ratusan Massa Tolak Omnibus Law Warnai Pidato Kenegaraan Jokowi

Sebelumnya, dalam rapat terbatas mengenai RAPBN 2021 pada 28 Juli 2020, Presiden memutuskan untuk menaikkan defisit anggaran menjadi 5,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mendukung program prioritas termasuk penanganan dampak COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Program prioritas pemerintah pada 2021 antara lain ketahanan pangan, pembangunan kawasan industri yang dilengkapi infrastruktur yang memadai, transformasi digital di seluruh Tanah Air, pengembangan sektor pendidikan, dan kapasitas layanan kesehatan untuk menangani COVID-19 pasca2020 termasuk anggaran untuk memperoleh vaksin.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: