Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Rupiah Menguat Lawan Dolar, Ini Pandangan Bos BI

Rupiah Menguat Lawan Dolar, Ini Pandangan Bos BI Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Bank Indonesia (BI) melihat nilai tukar Rupiah berangsur pulih dan stabil dalam pekan ini. Hal itu sekaligus menjadi kabar gembira setelah dalam beberapa minggu terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati Rp17.000 per Dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan saat ini kondisi Rupiah terhadap dolar AS sudah berangsur membaik. Mekanisme pasar yang membaik membuat nilai tukar rupiah bergerak di level Rp16.250 per dolar.

"Nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan terus menguat. Mekanisme pasar bid dan offer berlangsung membaik membentuk nilai tukar Rupiah menjadi Rp16.250," ujar Perry dalam sebuah teleconfrence, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Rupiah Stabil, Gubernur BI: Terima Kasih Eksportir

Menurutnya, penguatan Rupiah membuktikan apabila kecemasan kondisi global sudah menurun, sehingga para pelaku pasar mulai kembali menaruh uangnya di pasar keuangan.

"Terima kasih pelaku pasar bank dan non bank, eksportir serta menurunnya kecemasan investor global bahwa mekanisme pasar berlangsung baik untuk menyudahi tekanan pada Rupiah," katanya.

FYI, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan Kamis (26/3/2020). Rupiah masih berada di level Rp16.000-an per USD.

Baca juga: Wabah Virus Korona Terus Menyebar, Rupiah Menguat Rp16.305 per Dolar

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: