Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

Stafsus BUMN: Proyek Pertamina-Peruri itu Antarbisnis

Stafsus BUMN: Proyek Pertamina-Peruri itu Antarbisnis Staf sus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga. (Foto: Antara)

Pantau.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyampaikan proyek digitalisasi antara PT Pertamina (Persero) dan Perum Peruri merupakan bagian dari kerja sama antarbisnis (bussiness to bussiness/B to B).

"Itu B to B, kalau B to B, Peruri memang punya ruang-ruang berbisnis dengan Pertamina, ya mereka koordinasi saja," ujar Arya di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Ia meminta kepada Pertamina dan Peruri untuk mengerjakan setiap proyek secara profesional.

Baca juga: Ahok Meradang Perum Peruri Minta Uang Rp500 Miliar ke Pertamina

"Kalau nggak layak ditawar, kalau nggak layak dibeli ya B2B, itu urusan mereka. Apalagi ini kan sama-sama BUMN, bagi kami kementerian itu kantong kiri, kantong kanan. Silahkan saja mereka bernegosiasi sebagai sesama perusahaan dan B to B," ucapnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam media sosial menyebutkan Perum Peruri yang bergerak di bidang percetakan uang meminta dana sebesar Rp500 miliar untuk proyek paperless di Pertamina.

"Masa minta Rp500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina. Itu BUMN juga. Itu sama saja sudah dapat Pertamina nggak mau kerja lagi, tidur 10 tahun jadi ular sanca, ular piton," kata Ahok.

Baca juga: Pengamat Beri Apresiasi Atas Keberanian Ahok Bongkar Aib Pertamina

Pertamina menggandeng Peruri dalam pemanfaatan sertifikat elektronik, solusi digital, kode keamanan, hingga tanda tangan elektronik untuk meningkatkan keamanan transaksi elektronik dan layanan keamanan digital.

Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina dengan Peruri yang ditandatangani Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Peruri Dwina Septiani di Jakarta.

Nicke mengatakan untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang lebih baik, perlu transformasi organisasi dengan tata kelola yang baik (good corporate governance), termasuk insan Pertamina yang menjalankannya. "Faktor utama keberhasilan transformasi adalah integritas dari seluruh pekerja," katanya. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: