Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

China Luncurkan Produksi Obat Anti Virus Korona Pertama

Headline
China Luncurkan Produksi Obat Anti Virus Korona Pertama Staf kesehatan Tiongkok dalam pakaian pelindung membuat alat deteksi untuk coronavirus di Taizhou, provinsi Jiangsu. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Produksi obat pertama yang terbukti efektif dalam mengobati virus korona telah diluncurkan di provinsi timur China, Zhejiang pada Minggu 16 Februari 2020, waktu setempat.

"Pada 15 Februari, obat yang dikembangkan oleh Zhejiang Hisun Pharmaceutical secara resmi menerima persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Negara untuk memasuki pasar," demikian bunyi pernyataan pemerintah.

"Ini adalah obat pertama selama wabah virus korona yang mendapat persetujuan resmi untuk dimasukkan ke dalam daftar obat yang berpotensi efektif dalam pengobatan jenis virus korona. Produksi obat ini telah dilakukan sejak kemarin."

Baca juga: Kemenkes Taiwan Kabarkan Kematian Pertama Virus Korona

Menurut pemerintah, obat tersebut sebelumnya dikenal sebagai favipiravir atau avigan, seperti dikutip dari Sputnik, Senin (17/2/2020).

Pada awal Februari, Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China mengatakan, remdesivir dan favipiravir dapat menjadi pengobatan potensial untuk virus korona atau yang dikenal sebagai Covid-19.

Badan tersebut juga mengatakan bahwa para ahli China juga telah memulai pengujian hewan terhadap sejumlah vaksin untuk virus korona.

Baca juga: Sebelum Merebak, Presiden China Sudah Tahu Virus Korona Lebih Awal

Sejauh ini, korban meninggal akibat virus corona  telah menyentuh angka 1.770. Korban terbanyak merupakan penduduk di Provinsi Hubei, China, tepatnya di Wuhan, yang menjadi rumah bagi epidemi tersebut.

Dikutip dari CNN, komisi itu mencatat 1.900 kasus baru. Dengan demikian jumlah warga Hubei yang terinfeksi virus corona mencapai 58.182 kasus. Di seluruh dunia, corona telah menginfeksi 71.204 orang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: