Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Kelompok MIT Poso Diduga Telah Melakukan Pembunuhan Terhadap Dua Orang Petani

Kelompok MIT Poso Diduga Telah Melakukan Pembunuhan Terhadap Dua Orang Petani Ilustrasi teroris. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso diduga melakukan pembunuhan terhadap dua warga Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Informasi yang diterima dua warga tersebut yakni Papa Dewi dan Nenek Ubad yang bekerja sebagai petani di desa itu  ditemukan tewas Senin (10/5/2021) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Dua korban ditemukan dengan kondisi luka di bagian leher.

“Diperkirakan pelakunya adalah kelompok MIT karena saksi mengatakan pada saat datang ada yang dikenal, salah satunya DPO MIT yaitu Qatar,” jelas Didik, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Kapolda Sulteng Ganti Personel Satgas Kejar Ali Kolora Usai Kehilangan Jejak

Saat ini Tim Satgas Madago Raya, TNI dan Polri masih melakukan penyisiran terhadap pelaku. Sementara warga lainnya yang berada di Desa Kalimago dalam keadaan tenang mengingat lokasi kejadian dengan pemukiman terbilang jauh.

“Kejadian itu ada di perkebunan,” sebut Didik.

Baca juga: Kapolda Sulteng: DPO MIT Poso Kini Tersisa 9 Orang

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan kehilangan jejak dengan kelompok DPO MIT Poso, yang dipimpin oleh Ali Kalora tersebut.

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, saat ini Satgas TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Madago Raya tahap dua, masih melakukan pengejaran terhadap para terduga DPO ini.

"Yang kita lakukan selama ini baik human intelejen, dan ITE agak kita terputus, tapi bukan berarti kita tidak melakukan upaya pengejaran," jelas Kapolda pada Jumat (30/4/2021).

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: