Pantau Flash
Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Surabaya Dicopot Jelang Pilkada Serentak
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini

Mahfud MD: Tugas Negara Memburu TPNPB, Itu Kriminal

Mahfud MD: Tugas Negara Memburu TPNPB, Itu Kriminal Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan penghadangan dan penembakan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya pada Jumat, 9 Oktober 2020, sudah direncanakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Jadi itu sudah diatur seperti itu, itu jelas KKB. TPNPB. Itu yang sudah mengklaim, dan itu yang akan kita buru. Itu tugas negara memburu yang begitu, karena itu kriminal," kata Mahfud saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan keterangan yang diperolehnya, saat dalam perjalanan dari Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya ada dua perempuan yang mencoba melambatkan iring-iringan rombongan mobil TGPF di wilayah tersebut. 

Baca juga: Mahfud Minta TGPF Rampungkan Laporan Penembakan Pendeta Yeremia Jumat Ini

Kemudian, salah satu anggota TNI yang menjadi korban penembakan, Sertu Faisal Akbar meminta mereka menyingkir. "Pak Faisal ini yang mengawal, Faisal Akbar itu berteriak, ibu minggir, dia tersenyum saja, lalu datang tembakan dari atas," kata Mahfud.

Setelah penembakan terjadi, kata Mahfud, perempuan tersebut menghilang. Kemudian, mereka ditembaki dari arah bawah.

Dia menduga tembakan dari bawah tersebut untuk memberi kesempatan penembak yang berada di atas untuk lari.

Baca juga: Usut Penembakan Pendeta Yeremia, TGPF Dapatkan Keterangan dari 25 Saksi

Mahfud menuturkan bahwa pelaku penembakan merupakan KKB, yang diperkuat oleh pengakuan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM Sebby Sambom yang mengklaim serangan tersebut dari pihaknya. 

"Sudah jelas, itu klaim mereka. Dan itu memang betul direncanakan," kata Mahfud.

Sebelumnya diberitakan dosen Universitas Gadjah Mada yang merupakan anggota TGPF Intan Jaya Bambang Purwoko dan seorang personel TNI anggota Satgas Apter Hitadipa Sertu Faisal Akbar ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya Papua pada Jumat lalu, pukul 15.30 WIT.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: