Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Marinus: Vanuatu Tak Mendikte, Tapi Ingatkan Kewajiban Indonesia pada Papua

Marinus: Vanuatu Tak Mendikte, Tapi Ingatkan Kewajiban Indonesia pada Papua Akademisi Uncen Marinus Yaung. (Foto: Antara/HO-Facebook Marinus Yaung)

Pantau.com - Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Marinus Yaung menilai isu Papua sudah menjadi komoditas politik dan ekonomi Vanuatu. 

"Akibatnya ketika Vanuatu menggunakan isu Papua untuk membangun panggung politiknya di komoditas internasional pada forum sidang umum PBB tahun 2020 ini, negara-negara anggota PBB tidak lagi menunjukan simpati dan dukungannya terhadap posisi Vanuatu dalam isu Papua," katanya di Jayapura, Papua, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Sindir Isu Papua, Vanuatu Diserang Netizen Indonesia dengan Komentar Rasis

Menurut dia, Vanuatu gagal mendapatkan simpati dan dukungan dari negara-negara anggota PBB terhadap persepsi nasionalnya untuk isu Papua.

"Negara-negara Forum Pasifik Selatan juga terlihat lebih menginginkan kerja sama persahabatan yang lebih erat dengan Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan pandemi global COVID-19, dibandingkan harus berkonfrontasi dengan Indonesia soal isu Papua yang disuarakan Vanuatu," katanya.

Kata dia, posisi Vanuatu dalam isu Papua di forum sidang majelis umum PBB tahun ini juga, tidak mendapatkan dukungan dan simpati dari negara-negara Asia, Carabian dan Pasific (ACP). "Isu Papua dalam situasi pandemi global COVID-19 saat ini, bukan lagi isu regional pasifik yang laku di jual Vanuatu di panggung PBB," katanya.

Baca juga: Panas! Begini Respons Menohok Vanuatu Usai Dimaki Netizien Indonesia

Dilain pihak, kata dia, Marinus, Pemerintahan Jokowi dan lembaga terkait harus memenuhi tanggung jawab internasionalnya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM Papua yang mendapat perhatian dari komunitas Pasifik dan Dewan HAM PBB.

"Vanuatu tidak mendikte Indonesia soal penyelesaian dugaan pelanggaran HAM di Papua. Tapi Vanuatu mengingatkan Indonesia untuk memenuhi kewajiban internasional dalam pemenuhan, kemajuan, dan perlindungan HAM orang Papua," katanya lagi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: