Pantau Flash
Alami Komplikasi Akibat Korona, Bintang 'Star Wars' Meninggal Dunia
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test

Bebas Ganjil-Genap DKI Jakarta Diperpanjang hingga 5 April

Headline
Bebas Ganjil-Genap DKI Jakarta Diperpanjang hingga 5 April Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (16/3/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meniadakan aturan Ganjil Genap untuk mencegah risiko penularan COVID-19 di transportasi publik sehingga masyarakat disarankan

Pantau.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengambil kebijakan untuk meniadakan pembatasan ganjil-genap di jalanan ibu kota hingga 5 April 2020.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Fahri Siregar membenarkan informasi mengenai perpanjangan peniadaan pembatasan ganjil-genap tersebut.

"Iya betul, penonaktifan ganjil genap diperpanjang hingga 5 April mendatang ya," kata Fahri saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Peniadaan Ganjil Genap Timbulkan Kemacetan di Jakarta

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah meniadakan kebijakan ganjil genap selama dua pekan terhitung sejak Senin 15 Maret 2020 sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Kini Ditlantas Polda Metro Jaya memilih memperpanjang kebijakan peniadaan pembatasan ganjil-genap di Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu 15 Maret 2020 telah menyampaikan peniadaan kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta.

Baca juga: Kepada Para Gubernur: Penegakan Hukum Harus Diprioritaskan Tangani Korona

"Kita menghapuskan dan mencabut kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang minim menularkan (COVID-19). Kita cabut sementara serta akan kembali diberlakukan ketika kondisi sudah dalam kontrol kita," kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum dan menganjurkan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi saat COVID-19 merebak di Indonesia.

Masyarakat tetap dapat menggunakan transportasi umum yang tersedia, namun diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi