Pantau Flash
Mengejutkan! Ribuan Anak di Cianjur Positif COVID-19, Ternyata Asal Muasalnya dari Sini
Angka COVID-19 Melonjak, Ekonomi Indonesia Diprediksi Akan Tumbuh 4 Persen pada Kuartal II
Merasa Percaya Diri karena Sudah Divaksin Turut Pengaruhi Lonjakan Kasus COVID-19
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye

Terungkap! Ini Permintaan Khusus Jokowi ke Anies Terkait Penanganan COVID-19

Headline
Terungkap! Ini Permintaan Khusus Jokowi ke Anies Terkait Penanganan COVID-19 Arsip - Presiden Jokowi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Kiri) . (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta DKI Jakarta beserta forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Ibu Kota di tengah COVID-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Bapak Presiden (dalam rapat virtual) Jokowi mengarahkan bagaimana menjaga agar momentum yang sekarang ada agar tetap bisa terus bergerak positif," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, lanjut Anies, Presiden Joko Widodo juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta anggota Forkopimda lainnya seperti dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, BIN dan lain sebagainya untuk terus meningkatkan upaya penekanan laju pertumbuhan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Ibu Kota.

"Beliau menyampaikan mengapa penanganan COVID-19 ini penting untuk mengantisipasi libur panjang Idul Fitri," tuturnya.

Baca juga: Kabinda Papua Gugur, Anggota DPR: Dunia Internasional Harus Buka Mata Lihat Persoalan Papua

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal kedua bergerak positif di angka 2,5 persen akibat kebijakan larangan mudik.

Bhima beralasan hal tersebut dikarenakan bakal terjadi peningkatan konsumsi dan peredaran uang di dalam wilayah DKI Jakarta selama periode larangan mudik berlaku.

DKI Jakarta selama ini berkontribusi sekitar 70 persen terhadap total peredaran uang secara nasional.

"Belanja yang biasanya keluar untuk perjalanan mudik dan konsumsi di kampung halaman atau daerah akan dikeluarkan untuk membeli barang di retail yang ada di Jakarta," kata Bhima dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4).

Kecenderungan lainnya, menurut Bhima, DKI Jakarta menguasai perdagangan barang-barang secara daring baik sebagai penjual maupun pembeli. Selama periode larangan mudik, transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) DKI Jakarta diprediksi meningkat tajam.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan pada kuartal ke II sebesar 2 hingga 2,5 persen secara tahunan atau lebih baik dari 2020 yang berada di angka minus 8,22 persen," tuturnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: