Pantau Flash
Toyota Rangkul 5 Perusahaan China Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang

Vaksin COVID-19 dari Tembakau Sedang Dikembangkan dan Diuji Klinis

Headline
Vaksin COVID-19 dari Tembakau Sedang Dikembangkan dan Diuji Klinis Tanaman tembakau sedang diolah untuk pengembangan vaksin di fasilitas Kentucky BioProcessing (KBP), anak perusahaan BAT (Foto: BAT)

Pantau.com - Perusahaan global BAT melalui anak perusahaan yang bergerak dalam bidang bioteknologi, Kentucky BioProcessing (KBP) mengembangkan potensi vaksin untuk COVID-19 dari tanaman tembakau dan saat ini sedang dalam pengujian praklinis.

Keterangan resmi dari BAT Global menyebutkan, apabila pengujian tersebut berjalan dengan baik, BAT berharap dengan adanya mitra yang tepat serta dukungan dari lembaga-lembaga Pemerintah, antara 1 hingga 3 juta dosis vaksin dapat diproduksi setiap minggu, yang akan dimulai pada Juni.

Vaksin yang sedang dalam pengembangan tersebut menggunakan hak milik dari BAT, yakni teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi produksi vaksin konvensional.

Baca juga: Jepang Klaim Pengembangan Vaksin Korona Segera Diuji pada Hewan

Disebutkan, teknologi BAT tersebut lebih aman karena tanaman tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Teknologi tersebut lebih cepat karena elemen-elemen dari vaksin terakumulasi dalam tanaman tembakau jauh lebih cepat, yakni enam pekan dalam tanaman tembakau sementara dengan menggunakan metode-metode konvensional bisa beberapa bulan.

Formulasi vaksin yang sedang dikembangkan oleh KBP tetap stabil pada suhu kamar, tidak seperti pada vaksin konvensional yang seringkali harus memerlukan pendinginan dalam lemari es.

Baca juga: Infografis Tahapan Pembuatan Vaksin yang Membutuhkan Waktu Lama

Teknologi tersebut memiliki potensi untuk memberikan respons imun yang efektif hanya dengan satu dosis tunggal.

"Pengembangan vaksin adalah pekerjaan yang menantang dan kompleks, namun kami percaya bahwa kami telah membuat gebrakan yang besar dengan platform teknologi tanaman tembakau kami," ujar Direktur Riset Ilmiah BAT Dr David O’Reilly.

Dia menambahkan pihaknya selalu siap untuk bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu peperangan melawan COVID-19.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: