Pantau Flash
Ratusan Pemuda Bakar Poster Habib Rizieq Tolak Kedatangannya ke Kendari
Bertambah 5.533, Total Kasus Positif COVID-19 Jadi 549.508 per 2 Desember
Gunung Ile Lewotolok di NTT Sudah Erupsi 2 Kali Sejak Pagi
Ahli Virologi: Pandemi COVID-19 Bermula dari Italia Utara Bukan Wuhan
UMKM Masuk Daftar Investor Nasional Tahun Depan

Peneliti: Radiasi Wireless Bisa Sebabkan Sakit Kepala dan Kanker

Peneliti: Radiasi Wireless Bisa Sebabkan Sakit Kepala dan Kanker Ilustrasi simbol kanker. (Shutterstock)

Pantau.com - Radiasi dari perangkat nirkabel (wireless) ternyata dapat menyebabkan metabolisme tubuh menjadi tak seimbang. Kondisi ini bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, di antaranya penyakit neurogeneratif bahkan kanker, menurut studi terbaru.

Ketidakseimbangan ini menurut peneliti studi, Dr Igor Yakymenko, juga dikenal sebagai stres oksidatif, yakni kondisi tidak seimbangnya produksi oksigen reaktif (ROS) dan pertahanan antioksidan.

Baca juga: 5 Langkah Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara, Bisa Dilakukan di Rumah

Yakymenko mengungkapkan, stres oksidatif akibat paparan radiasi radiofrekuensi (RFR), tidak hanya menimbulkan kanker, tetapi juga gangguan kecil lainnya seperti sakit kepala, kelelahan, dan iritasi kulit, yang bisa berkembang setelah paparan RFR jangka panjang.

"Data ini merupakan bukti ada risiko nyata paparan radiasi bagi kesehatan manusia," kata Yakymenko.

Baca juga: 3 Tips Mudah Cegah Risiko Terkena Kanker

Hasil studi menunjukkan, kemungkinan adanya efek karsinogenik RFR. RFR sendiri pada tahun 2011, telah diklasifikasikan oleh badan internasional untuk penelitian kanker sebagai karsinogen bagi manusia. Hanya saja, mekanisme RFR dalam hal ini masih belum jelas.

Yakymenko dan rekan-rekannya menyerukan pentingnya menggunakan perangkat nirkabel seperti ponsel dan internet nirkabel dengan hati-hati. 

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: