Pantau Flash
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Tersangka
Covid-19 RI 16 Oktober: Kasus Positif Naik 997 dengan Pasien Sembuh 1.525
Buntut Kabur Karantina, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rachel Vennya 21 Oktober
Polda Metro Gerebek Holywings Tebet, Ada Ratusan Orang Masih Berkerumun
Jokowi Ogah Manjakan BUMN Sakit: Terlalu Sering Dapat Proteksi, Maaf Enak Sekali

Pertingati Hari Anak Nasional, Ada Pesan Khusus Nih Dari Boneka Susan

Pertingati Hari Anak Nasional, Ada Pesan Khusus Nih Dari Boneka Susan Boneka Susan dan Ria Enes (Foto: Instagram/@ria_nsusan)

Pantau.com - Masih ingat boneka Susan? Sobat Pantau yang mengalami masa kanak-kanak di era tahun 90-an pasti tak asing dengan boneka berponi yang bisa 'bicara' itu. Ia pertama kali dipopulerkan lewat siaran radio di Surabaya oleh penyiar Ria Enes.

Susan kerap berceloteh menggemaskan saat berduet dengan Ria. Meski sudah tak muncul lagi, tapi rasanya sulit menghapus boneka Susan dari dunia anak-anak. 

Baca juga: Jauh dari Suami, Memicu Tasya Kamila Jauh Lebih Produktif

Hari Anak Nasional yang dirayakan hari ini, Susan punya pesan khusus lho. Susan mengingatkan agar anak-anak Indonesia terus menyanyikan lagu anak. 

"Selamat hari anak nasional 2019. Dan untuk teman-teman, anak-anak Indonesia nyanyikan terus lagu anak-anak. Jadi kita anak-anak berbahagia dan bergembira hehehe," ucap Susan seperti dilansir pantau.com dari postingan akun Instagram @selamatkanlaguanak, Selasa (23/7/2019). 

Video berdurasi 20 detik itu telah ditonton sebanyak 2.775 kali. Netizen turut mengomentari video tersebut dan mengaku rindu dengan Susan. 

Seperti ditulis akun anandanafiesah. "Kangen Susan... Love you Susan ka ria..." 

Baca juga: Randi Bachtiar Menangis Melihat Perjuangan Tasya Kamila Melahirkan

Hal serupa juga ditulis akun widyamarlianti83. Ia bahkan menulis beberapa lagu yang pernah dinyanyikan Ria Enes bersama Susan.

"I MISS YOU SUSAN.. Aku tahu.. kamu susan.. yg nyanyi si kodok yg nyanyi sekolah yg punya cita2.. i yessss ????". 

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati