Pantau Flash
Vokalis Band Rock 'The Cars' Rick Ocasek Meninggal Dunia
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

2 Juli, KPK Agendakan Pemeriksaan Mendag Terkait Suap Bowo Sidik

2 Juli, KPK Agendakan Pemeriksaan Mendag Terkait Suap Bowo Sidik Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dijadwalkan jalani pemeriksaan di Gedung KPK pada 2 Juli 2019. Enggar akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap sewa kapal antara PT PILOG dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain yang diduga diterima Bowo Sidik Pangarso (BSP), mantan anggota DPR.

"KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai saksi. Jadi surat sudah kami berikan sebagai rencana pemeriksaan pada tanggal 2 Juli 2019," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

Baca juga: Mendag Enggartiasto Bantah Berikan Uang kepada Bowo Sidik

KPK mengarahkan Enggar memenuhi panggilan tersebut. Febri menjelaskan pada kasus suap sewa kapal tersebut, KPK mendalami dua pemberian yang diduga diterima Bowo.

Selain suap terkait proses kerjasama sewa kapal PT HTK dengan PT PILOG, KPK juga menduga Bowo menerima gratifikasi terkait peraturan Menteri Perdagangan soal rafinasi gula.

"Ada bagian uang yang diterima BSP diduga pemberian gratifikasi terkait dengan proses pembahasan pengaturan atau proses lelang rafinasi. Itu perlu di dalami dan klarifikasi lebih lanjut," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Bowo Sidik Pangarso pernah menerima uang dari salah satu Menteri Kabinet Kerja. Belakangan diketahui bahwa uang dari Menteri tersebut didapat dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebanyak Rp 2 miliar.

Uang itu disebut-sebut untuk mengamankan peraturan Menteri Perdagangan tentang perdagangan gula kristal rafinasi.

Dalam perkara di KPK, Bowo berstatus tersangka dalam kasus suap kerjasama pengapalan distribusi pupuk PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

KPK menduga, Bowo menerima suap dari PT HTK kemudian menggunakannya untuk serangan fajar dalam pencalegan dirinya di dapil Jawa Tengah 2.

Baca juga: Ini yang Disita KPK dalam Penggeledahan di Kantor Menteri Perdagangan

Saat operasi tangkap tangan, Maret 2019 lalu, KPK menyita uang sejumlah Rp 8 miliar yang disimpan dalam 84 kardus dan 2 kontainer. Uang itu yang diduga akan digunakan sebagai serangan fajar.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan sebagian dari Rp 8 miliar itu didapat Bowo dari PT HTK dan sumber lain, salah satunya Menteri di Kabinet kerja.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: