Forgot Password Register

Cerita Aman Abdurrahman Didatangi Profesor Sri Lanka yang Ajak Berdamai

Aman Abdurrahman (Foto: Antara/Galih Pradipta) Aman Abdurrahman (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurahman alias Oman Rochman pernah dibujuk untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia saat ia di penjara. Saat itu, ia mengaku didatangi seorang profesor asal Sri Lanka yang ditugaskan untuk membujuknya.

Menurut dia, profesor asal Sri Lanka tersebut bernama Profesor Rohan yang bekerja untuk Singapura dan bekerja sama dengan Pemerintah RI di bidang deradikalisme.

Baca juga: Aman Abdurrahman Perintahkan 1000 Muridnya Bela ISIS di Suriah

Aman mengatakan, bermula pada 21 Desember 2017, ia yang berada di sel isolasi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, kedatangan tamu bernama Prof Rohan yang didampingi penerjemah dan beberapa perwira Densus 88.

Saat itu, Rohan mewawancarai Oman seputar prinsip yang ia pegang selama ini.

"Saya diwawancarai perihal tauhid, syirik hukum, syirik demokrasi, status pemerintahan yang ada, tentang khilafah Islamiyah dan hijrah," kata Aman di PN Jaksel, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Keesokan harinya, rombongan yang sama datang lagi, namun kali ini datang bersama beberapa orang kru yang merekam perbincangannya.

"Pada pukul 10.30 sampai 11.30, saya kembali diwawancara Prof Rohan dengan direkam video perihal buku-buku, rekaman kajian yang disebarkan selama di penjara dan di luar penjara," ujarnya.

Proses rekaman selesai dan Rohan pun pergi. Kemudian profesor itu kembali menemui Aman setelah sebelumnya Rohan bertemu dengan pejabat negara.

Lalu dalam pertemuan berikutnya, Rohan kembali datang dengan mengajukan tiga buah penawaran kepada Aman.

Baca juga: Aman Abdurrahman Sebut Pelaku Bom Surabaya Sakit Jiwa

Penawaran pertama, Rohan mengajak Aman untuk bekerja sama dengan pemerintah. Jika dirinya mau, maka hukumannya akan diperingan.

"Bila ustaz Oman mau berkompromi maka akan langsung dibebaskan dan bila tidak mau berkompromi, maka akan dipenjara seumur hidup," ujar Aman menirukan omongan Rohan dalam pleidoinya.

Ajakan itu ditolak oleh Aman dengan menegaskan bahwa dirinya tidak mau berkompromi dengan pemerintah.

"Saya tidak mau berkompromi dengan pemerintah, saya Insya Allah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang dalam prinsip ini," ujar Aman.

Lalu Rohan berupaya mengajak Aman jalan-jalan ke Museum Indonesia serta mengajak Aman untuk makan malam di luar penjara Mako Brimob. Ajakan itu langsung ditolak oleh Aman.

"Saya jawab, saya tidak mau. Saya tidak akan keluar dari penjara kecuali berupa mayat sebagai syahid, Insya Allah atau keluar dalam keadaan masih hidup sebagai pemenang," ujarnya.

Baca juga: Aman Abdurrahman Minta Hakim Tak Ragu Vonis Mati Dirinya

Ia mempertanyakan peran WNA tersebut karena menurutnya tidak mudah bagi seseorang untuk masuk bertemu dengan teroris yang ditahan dan sekaligus memiliki kedekatan dengan pejabat negara.

"Silakan Anda analisa tiga ajakan tadi yang diutarakan oleh seorang WNA yang mewawancarai orang yang dia sebut tahanan paling berbahaya se-Asia Tenggara. Lalu dia menemui pejabat tinggi negara, lalu kembali menemui saya kembali di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain bahkan keluarga saya sekalipun," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More