Forgot Password Register

Cuti Bersama Lebaran Ditambah, Kadin: Jadi Kurang Produktif!

Cuti Bersama Lebaran Ditambah, Kadin: Jadi Kurang Produktif! Ilustrasi Lebaran. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tidak setuju dengan penambahan libur bersama Idul Fitri 1439 H.

Wakil Ketua Komite Tetap Kadin, Herman Juwono mengatakan, keputusan tersebut kurang pas bagi negara Indonesia yang sedang dalam masa berkembang.  

"Dari sudut perdagangan saya tidak setuju, (alasannya) tentu satu hari, peredaran uang berapa duit kalau libur. Itu dari perdagangan. (Belum lagi) sektor industrinya tidak berproduksi. Kita kan negara yang sedang membangun, tentunya itu tidak atau kurang pas," ujarnya kepada Pantau.com, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: Kemendag Ungkap Dampak Negatif Cuti Lebaran Ditambah

Penambahan libur lebaran juga dinilainya kurang produktif. Lebih jauh lagi Herman mengatakan kebijakan tersebut akan menimbulkan dampak terhadap kegiatan ekonomi.

"Jadi kurang produktif lah, hampir jarang negara lain begitu, kita perlu meningkatkan produktivitas, produktivitas kita masih rendah dikaitkan dengan quality juga masih rendah, udah cukup 2 hari sebelumnya 2 hari sesudahnya kenapa mesti ditambah lagi," paparnya.

"Negara lain ini terus berputar, kita stop mereka ikut terpengaruh atau efeknya ke kita sendiri, saya kurang setuju," imbuhnya.

Baca juga: Cuti Lebaran Ditambah, Ini Pengaruhnya untuk Kegiatan Ekonomi

Ia menilai dampak kebijakan tersebut memang dinilai baik oleh beberapa kelompok masyarakat namun menurutnya dalam aspek kegiatan ekonomi harus dicermati kembali.

"Hanya dari segi agamis oke, dari segi waktu berlibur oke, leissure time, segi pegawai malah senang. Tapi kan kita gak bisa lihat dari faktor itu sebagai negara yang harus bertumbuh," katanya.

"Pendapatan nasional harus meningkat, sektor perdagangan industri pengangkutan semua harus berjalan, kalau kita berhenti efeknya disana juga ada pengaruh bagi negara yang menerima, kalau waktu distribusi pelayaran itu sudah pasti (terdampak)," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More