Pantau Flash
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman

Dituduh Makar, Kivlan Zen Laporkan Balik Pelapornya

Dituduh Makar, Kivlan Zen Laporkan Balik Pelapornya Pelaporan kuasa hukum Kivlan Zen (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Kuasa hukum Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Pitra Romadoni Nasution mengatakan kliennya tak terima dituduh sebagai pelaku makar. Pitra siang ini datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan balik Jalaludin dengan delik tuduhan palsu atau fitnah. 

"Sehingga kami selaku kuasa hukum melaporkan balik Jalaludin dengan pengaduan tuduhan palsu atau fitnah. Kami ingin laporkan balik, para pelapor dengan pasal 220, 310 KUH Pidana, pasal 311 KUH Pidana 27 ayat 3 UU ITE, 28 ayat 2 UU ITE," ujarnya saat ditemui di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Baca juga: Rekam Jejak Kivlan Zen, dari Isu PKI hingga Jasanya untuk Negeri

Sebelumnya Kivlan dikenakan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

"Klien kami risih karena  klien kami tidak pernah makar seperti dituduhkan, dia ingin lakukan unjuk rasa dan ini dijamin undang-undang. Kenapa beliau ingin berpendapat ataupun protes tiba-tiba ada tuduhan makar, sehingga ini tidak adil bagi klien kami," paparnya.

Salah satu tim kuasa hukum Kivlan, Elli menambahkan, pihaknya menyayangkan tuduhan tersebut karena Kivlan disebut makar padahal sama sekali belum melakukan orasi. 

Baca juga: Balas Kivlan Zen Soal SBY, Ini Jawaban Menohok dari Andi Arief

"Kami dari pihak Kivlan sangat menyayangkan tentang tuduhan kepada pihak penegak hukum, kami merasa heran di mana letaknya Kivlan Zen makar? Dia tidak pernah berorasi dia belum keluarkan statement ketika hari ini terlapor makar besoknya baru unjuk rasa," ungkapnya.

Lebih lanjut kata Pitra, kliennya melalu merasa resah dengan adanya temuan-temuan kecurangan dalam pemilu sehingga berunjuk rasa ke KPU dan Bawaslu bukan ke istana. 

"Terdapat kecurangan-kecurangan yang ditemukan klien kami dan melihat kekacauan-kekacauan dalam pemilihan presiden, sehingga dia unjuk rasa ke KPU Bawaslu bukan ke Istana Negara jadi dengan tuduhan makar ke Kivlan Zen tidak benar adanya," pungkasnya

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Ratih Prastika
Category
Nasional

Berita Terkait: