Forgot Password Register

Ini Alasan Pemerintah Coret 14 Proyek dari Proyek Strategis Nasional

Ini Alasan Pemerintah Coret 14 Proyek dari Proyek Strategis Nasional Konfrensi Pers Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Priroritas (KPPIP) soal PSN. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Pemerintah melepas 14 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp264 triliun. Keputusan tersebut berdasarkan pada evaluasi Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Priroritas (KPPIP).

Dalam kajiannya, KPPIP mengeluarkan 24 proyek dari daftar PSN. Rinciannya, sebanyak 10 proyek dikeluarkan karena telah selesai dan beroperasi penuh, sedangkan sebanyak 14 proyek kehilangan statusnya sebagai PSN karena tidak lagi memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh KPPIP. 

"Ada 14 proyek yang kita keluarkan dari PSN. Tapi diingatkan 14 projek ini bisa disiapkan lagi dan selesaikan masalahnya, dimungkinkan masuk PSN," ujar Kepala KPPIP, Wahyu Utomo di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Baca juga: 'Reformasi Regulasi Diyakini Ampuh Dongkrak Investasi Sektor ESDM'

Ia mengungkapkan beberapa penyebab lepasnya status proyek strategi nasional. "14 proyek yang statusnya dilepas, salah satunya monokromo-tanjung perak karena masalah berlarut-larut karena pemda tidak ingin bangun itu, sehingga RTRW belum disesuaikan, sehingga ini tidak mungkin dilakukan pembangunan pada kuartal III 2019," katanya.

"Contoh lain bandara sebatik, tidak diusulkan karena ternyata bandara sebatik dekat dengan Bandara Nunukan, alasan KEK Merauke, ini masih butuh penyempurnaan kajian masterplan, karena masih ada lahan produksi pangan, masalah lahan ini kan tidak cepat, KEK merauke ini masih bisa didorong melalui PP sendiri, kalau diselesaikan bisa melalui jalur," paparnya.

Baca juga: Berpotensi Ekspor, Kemenperin Genjot Kinerja Industri Perhiasan

Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi dengan menggunakan Kriteria Operasional dan Championing, KPPlP mengusulkan sebanyak 14 proyek dihilangkan statusnya sebagai PSN. Hal itu dilakukan, karena secara garis besar tidak dapat memenuhi estimasi waktu konstruksi sebelum kuartal Ill tahun 2019.

Pemenuhan kriteria ini menjadi syarat yang penting agar memberi kepastian waktu pelaksanaan. Dengan masuknya sebuah proyek ke tahap konstruksi maka akan mengurangi risiko yang muncul akibat perubahan kebijakan serta menunjukkan tingkat kepastian bahwa proyek tersebut akan terus berlanjut hingga siap beroperasi.

Adapun daftar 14 proyek senilai Rp 264T yang dihilangkan status PSN nya adalah sebagai berikut;

1. Jalan Tol Waru (Aloha) Wonokromo Tanjung Perak, Jawa Timur (18,2km)

2. Jalan Tol Sukabumi Ciranjang Padalarang, Jawa Barat (61km)

3. Kereta Api Kertapati Simpang Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera)

4. Kereta Api Muara Enim Pulau Baai, Sumatera Selatan Bengkulu

5. Kereta Api Tanjung Enim Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan

6. Kereta Api Jambi Pekanbaru,Jambi Riau

7. Kereta Api Jambi Palembang, Jambi Sumatera Selatan

8. Pembangunan Rel Kereta Api Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Timur

9. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor East West, DKI Jakarta

10. Bandara Sebatik, Kalimantan Utara

11. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang, Sumatera Utara

12. Bendungan Telaga Waja, Bali

13. Bendungan Pelosika, Sulawesi Tenggara 

14. Kawasan Ekonomi Khusus Merauke, Papua

Share :
Komentar :

Terkait

Read More