Forgot Password Register

Headlines

Ini Penjelasan KPK Soal Dua Mantan Penyidik yang Diduga Rusak Barang Bukti Kasus

Ini Penjelasan KPK Soal Dua Mantan Penyidik yang Diduga Rusak Barang Bukti Kasus Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim pernah lakukan pemeriksaan internal terhadap dua orang penyidiknya Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun terkait dugaan perusakan dan hilangnya barang bukti catatan keuangan salah satu tersangka KPK.

Barang bukti yang dimaksud merupakan catatan buku bank berwarna merah CV Sumber Laut Perkasa milik Basuki Hariman, yang sebelumnya dibeberkan oleh staff keuangan CV SLP, Kumala Dewi saat pemeriksaan di KPK. Dalam catatan itu tertulis beberapa aliran dana yang diduga diberikan ke pejabat negara dan pejabat Polri.

Baca juga: Ini Pengakuan Kepala Imigrasi Soetta Usai Diperiksa KPK

"Saya juga sudah tanya juga ke bagian pengawasan internal. Sebelumnya ada kegiatan pemeriksaan yang dilakukan  oleh tim di Direktorat PI (pengawas internal) terhadap sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau melakukan kegiatan-kegiatan dengan dugaan perbuatan melanggar disiplin pegawai di KPK," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

Kedua penyidik itu diduga telah sengaja merusak dan menghilangkan sekitar 19 halaman yang diduga berkaitan dengan catatan aliran uang suap itu. Namun Febri menambahkan, saat proses pemeriksaan masih dilakukan Roland dan Harun ditarik oleh Polri, instansi awal mereka.

Sehingga KPK tidak bisa melanjutkan pemeriksaan internal terhadap kedua penyidik tersebut.

"Saya pastikan bahwa memang ruang lingkup pemeriksaan yang dilakukan tim pengawas di internal tersebut adalah terhadap pegawai KPK. Jadi proses pemeriksaan tidak bisa dilakukan sepenuhnya kalau statusnya bukan lagi pegawai KPK," jelas Febri.

"Yang pasti kami perlu sampaikan proses pemeriksaan internal sudah berlangsung pada saat mereka masih menjadi pegawai KPK," tambahnya.

Sementara itu berdasar hasil investigasi tim IndonesiaLeaks yang tersebar dimedia sosial, dalam buku catatan itu terdapat sejumlah aliran uang ke Kapolri Tito Karnavian, yang saat itu masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Selain itu juga tercatat aliran uang dari Basuki ke sejumlah pejabat di Tanah Air.

Baca juga: KPK Kembali Tetapkan Gubernur Aceh nonaktif Sebagai Tersangka Gratifikasi

Namun Febri enggan mengomentari hal itu lebih lanjut. Menurutnya saat ini Polri yang berhak melakukan pemeriksaan internal terhadap kedua mantan penyidik KPK tersebut.

"Silahkan saja dikonfirmasi lebih lanjut bagaimana proses yang terjadi di instansi asal dua pegawai tersebut," ujarnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More