Forgot Password Register

Ini Sanksi MA untuk Hakim PN Bali Atas Skandal Asmara Terlarang dengan Istri Koleganya

Ini Sanksi MA untuk Hakim PN Bali Atas Skandal Asmara Terlarang dengan Istri Koleganya Ilustrasi palu hakim. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Mahkamah Agung (MA) memutuskan memberikan hukuman non palu terhadap seorang Hakim Pengadilan Negeri Bali berinisial DA yang terbukti berselingkuh dengan istri koleganya yang merupakan panitera. Tak hanya itu, sosok pria itu juga dipindah tugaskan.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Abdullah mengatakan keputusan untuk menjatuhkan hukuman kepada sosok DA, setelah pihaknya menggelar rapat pimpinan guna membahas hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Badan Pengawas.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas, Mahkamah Agung sepakat bulat menjatuhkan sanksi terhadap DA dengan hakim non-palu selama 2 tahun di PT Banda Aceh," ucap Abdullah di Mahkamah Agung, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, kata Abdullah, pihaknya juga memutuskan untuk memindah tugaskan istri dari DA yang juga merupakan staff pengadilan. Istri dari DA di pindah tugaskan ke Pengadilan Negeri Janto wilayah Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang sebelumnya bertugas di Pengadilan Tambangan.

Pemindahan tugas istri dari DA itu, lanjut Abdullah, dilakukan agar pasangan suami istri itu dapat menjalin kembali hubungan yang telah retak akibat perselingkuhan itu.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Suap Bupati Jepara, Hakim Lasito Resmi Diberhentikan Sementara

"Istri DA juga dipindahkan dari PN Tambangan ke Pengadilan Negeri Janto wilayah Pengadilan Tinggi Banda Aceh agar keduanya dapat membina kembali keharmonisan rumah tangganya," kata Abdullah.

Lebih jauh, Abdullah menambahkan dalam hukuman non-palu selama 2 tahun, hakim DA tidak lagi dapat memimpin persidagan. Selain itu, hakim DA juga tak lagi akan mendapat tunjangan-tunjangan yang seharusnya diterimanya.

"Hanya gaji pokoknya saja. Tunjangan-tunjangan tidak dapat," singkat Abdullah.

Hal yang sama juga dilakukan kepada kepada pihak pelapor yang merupakan hakim berinisial P dan istrinya juga dipindah tugaskan. Masih dengan tujuan yang sama agar keduanya dapat memperbaiki rumah tangganya.

"Sedangkan terhadap pelapor P hakim Pengadilan Negeri Wainabo, dipindahkan ke Pengadilan Negeri Bangkalan. Sedangkan istrinya, sekarang dalam keadaan sakit dan dipindahkan di wilayah Pengadilan Tinggi Surabaya agar bisa berobat juga agar suami istri tersebut dapat membina kembali rumah tangga," jelas Abdullah.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More