Forgot Password Register

Jalani Sidang Perdana, KPK Akan Bongkar Peran Lucas Terkait Pelarian Eks Bos Lippo Group

Jalani Sidang Perdana, KPK Akan Bongkar Peran Lucas Terkait Pelarian Eks Bos Lippo Group Lucas saat di Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Pengacara Lucas akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat hari ini, Rabu (7/11/2018). Agenda sidang merupakan pembacaan surat dakwaan terkait perkara dugaan merintangi penanganan perkara suap yang dilakukan oleh mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pada persidangan jaksa KPK akan membongkar peran Lucas yang diduga terlibat dalam pelarian keluar negeri Eddy Sindoro.

"KPK akan mengungkapkan lebih lanjut fakta-fakta yang relevan yang nanti akan kita buktikan nanti di Pengadilan. Seperti bagaimana sebenarnya peran dari terdakwa, apakah mengarahkan, membantu, atau bahkan memfasilitasi, bagian dari proses keberadaan ESI sebelumnya yang telah berstatus tersangka sejak 2016," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 6 November 2018.

Baca juga: Pengacara Lucas Segera Jalani Persidangan

Sebelumnya dalam sangkaan KPK, Lucas dituduh telah membantu Eddy untuk melarikan diri saat akan ditangkap oleh otoritas Malaysia untuk dideportasi ke Indonesia. Hal itu, menurut Febri, akan menjadi salah satu poin penting yang akan diuraikan di persidangan.

"Nanti akan kami uraikan. Termasuk juga peristiwa yang terjadi dalam penerbangan di Malaysia dan Indonesia akan menjadi poin yang akan kami buktikan di persidangan," jelasnya.

Diketahui Eddy Sindoro terjerat kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait pengajuan Peninjauan Kembali dalam beberapa perkara anak perusahaan Lippo Group. KPK telah menetapkan status tersangka kepada Eddy sejak Desember 2016.

Namun sejak ditetapkan sebagai tersangka, Eddy melarikan diri ke luar negeri dan menjadi buronan KPK. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan selama hampir dua tahun, Eddy selalu berpindah-pindah tempat tinggal di luar negeri.

Kemudian pada November 2017, Eddy diduga memperpanjang paspor Indonesia di Myanmar. KPK pun meminta Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk memasukan Eddy ke daftar pencarian orang (DPO) pada Agustus 2018.

Baca juga: KPK Rampungkan Berkas Penyidikan Pengacara Lucas Terkait Perkara Eddy Sindoro

Lalu pada 29 Agustus 2018, Eddy dideportasi untuk pulang ke Indonesia. Namun setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pada hari yang sama, Sindoro kembali terbang ke Bangkok, Thailand, yang diduga tanpa melalui proses imigrasi. Barulah pada Jumat, 12 Oktober 2018, pagi waktu Singapura, Eddy menyerahkan diri ke KPK melalui atase Kepolisian RI di Singapura.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More