Forgot Password Register

JK Soal Koruptor Dilarang Nyaleg: Setuju!

Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara/Wahyu Putro A) Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Komisi Pemilihan Umum tengah menggodok aturan baru yang melarang mantan narapidana korupsi dilarang untuk mengikuti pemilihan umum (Pemilu). Dan itu akan dituangkan dalam Peraturan KPU.

Menaggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku setuju terkait aturan tersebut. Menurutnya hal itu sangat perlu untuk memperlihatkan lredibilitas calon tersebut.

"Setuju (koruptor dilarang nyaleg)," kata pria yang akrab disapa JK itu, Sabtu 26 Mei 2018.

Baca juga: Ucapan Terimakasih Jokowi kepada SBY, Sindiran?

Ia mencontohkan, untuk keperluan apapun yang berhubungan dengan negara selalu dibutuhkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dan itu berguna sebagai bukti tidak pernah melakukan kejahatan hukum.

"Kalau ada koruptor, pasti kelakuan kurang bagus, kan," 

Baca juga: Disentil Komnas HAM Soal UU Terorisme, DPR Berikan Balasan

Selain eks napi korupsi, larangan caleg dalam PKPU juga akan diberlakukan bagi eks napi bandar narkoba dan eks napi kejahatan seksual terhadap anak.

Larangan itu tercantum pada Pasal 7 ayat 2 huruf g UU Pilkada Nomor 10/2016. Sementara untuk larangan eks napi korupsi nyaleg diadopsi dari UU Nomor 28/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More