Forgot Password Register

Jokowi Sampaikan Kenaikan Rasio Pajak Tak Bisa Agresif

Jokowi Sampaikan Kenaikan Rasio Pajak Tak Bisa Agresif Joko Widodo (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan bahwa upaya menggenjot rasio pajak (tax ratio) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak bisa dilakukan secara agresif dalam jangka pendek, karena dikhawatirkan akan mematikan potensi ekonomi riil yang bisa menurunkan pendapatan masyarakat.

Baca juga: Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tahapan Besar Menuju Industrialisasi

"Kalau ingin naikkan rasio pajak seperti Pak Prabowo inginkan, dalam satu tahun dari (tax ratio) 10 persen ke 16 persen itu sangat drastis, artinya ada kenaikan 5-6 persen. Itu artinya akan ada pajak Rp750 triliun yang akan ditarik," ujar Jokowi menjawab pertanyaan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat kelima Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Jokowi mengatakan penarikan pajak secara drastis dalam jangka pendek akan merusak iklim usaha dan merugikan pelaku-pelaku ekonomi. Menurut Jokowi, kenaikan rasio pajak harus dilakukan secara bertahap dengan upaya yang kondusif dan dapat disosialisasikan dengan baik kepada semua pihak.

Baca juga: Ma'ruf Amin Perkenalkan 'Dewi-Dedi' untuk Pemberdayaan Kaum Ibu

Maka itu, kata Jokowi, dirinya sudah menerapkan program amnesti pajak (tax amnesty) pada 2016. Program itu, kata dia, berhasil menarik penerimaan pajak secara signifikan dan berhasil menghimpun dana repatriasi ke dalam negeri.

"Karena amnesti pajak, basis pajak kita meningkat, dan itu menjadi modal untuk terus meningkatkan penerimaan negara," ujar dia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More