Forgot Password Register

Headlines

Kritik Impor Pangan, Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi Anda Tidak Kredibel

Kritik Impor Pangan, Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi Anda Tidak Kredibel Rizal Ramli (Foto: Patau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ahli Ekonomi Rizal Ramli lontarkan kritik kepada pemerintahan Jokowi sebagai petahana terkait dengan impor pangan yang 'jor-joran'. Bahkan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) itu menuding pemerintah bekerja untuk petani luar negeri.

Baca juga: Ekspor Anjlok, Kata Menko Darmin karena Perlambatan Ekonomi Global

"Apakah anda bekerja untuk petani-petani di Thailand, Vietnam? untuk petani garam besar di Australia? Kenyataannya itu yang terjadi karena mereka yang diuntungkan oleh kebijakan bapak, bukan rakyat kita," ujar Rizal kepada awak media di Kediamannya Jalan Bangka IX R No.49, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, (16/2/2019).

Pinjaman pemerintah untuk membangun infrastruktur juga disebutkan merugikan masyarakat, karena kebijakan itu dianggap menguntungkan bankir asing. Disebutkan Rizal hutang luar negeri pada 2014 sebelum Jokowi menjabat sebesar Rp3560 triliun, dan terakhir telah bertambah menjadi Rp5275 triliun. Menurutnya ini tidak sesuai dengan visi-misinya terdahulu yang menyebut akan mengurangi hutang luar negeri.

"I'm sorry Mr President, who you are working for? Anda bekerja untuk siapa? Nah, jika pemimpin memiliki sejarah dan warna kebohongan, yang bersangkutan tidak memiliki lagi kredibilitas untuk membuat janji-janji baru," ungkapnya

Kendati demikian Rizal juga tak menyangkal Jokowi berprestasi membangun infrastruktur, meski ia masih mempertanyakan soal sumber pendanaan. Akan tetapi tidak ada kemajuan di bidang pangan, sumber daya alam dan kedaulatan keuangan.

"Mohon maaf Pak Jokowi anda tidak kredibel. Jangan lagi beri janji-janji baru. Indonesia adalah negara yang besar memerlukan pemimpin yang jujur dan berintegritas. Kata-kata adalah ungkapan karakter dan harapan. Sulit bagi pemimpin yang tidak jujur untuk dapat dihormati di dalam," tutupnya.

Baca juga: Berikut Amunisi Impor Pangan untuk Prabowo-Sandi di Debat Kedua

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, di tahun itu saja mencapai angka 3,7 juta ton, dan apabila dijumlahkan selama periode 2014-2018 jumlah impor garam mencapai angka 12,6 juta ton. Dijelaskan pemerintah alasan impor garam meningkat di 2018 lantaran produksi garam dalam negeri belum mencukupi kebutuhan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More