Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Meski Ditahan, Eggi Sudjana Kekeh Tolak Tanda Tangan Surat Penahanan

Headline
Meski Ditahan, Eggi Sudjana Kekeh Tolak Tanda Tangan Surat Penahanan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana, resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya. Akan tetapi, Eggi enggan menandatangi surat penahanan yang diajukan oleh penyidik. Surat perintah penahan terhadap Eggi Sudjana diketahui teregistrasi dengan nomor, SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 14 Mei 2019.

"Tersangka tidak mau menandatangani surat perintah penahanan dan berita acara penahanan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2019).

Baca juga: Tersangka Dugaan Makar Eggi Sudjana Resmi Ditahan 20 Hari ke Depan

Meski demikian, Argo menyebut tim penyidik telah melalui prosedural yang tepat sebelum meminta Eggi menandatangi surat penahanan tersebut. Sebab, tim penyidik membacakan surat perintah penahanan terlebih dahulu, yang kemudian, mempersilakan Eggi untuk membaca surat perintah penahanan itu.

Akan tetapi, Eggi Sudjana tetap dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya, terhitung mulai dari Selasa, 14 Mei 2019.

"Yang bersangkutan tidak mau mendatangi surat penahaan. Melainkan, menandatangani berita acara penolakan tanda tangan surat perintah penahanan dan berita acara penahanan," jelas Argo.

Sebelumnya penangkapan terhadap Eggi berdasarkan surat penangkapan dengan nomor register B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum. Kasus Eggi bermula saat adanya perlaporan ke Bareskrim Polri yang dilakukan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4/2019).

Baca juga: Polisi Ungkap Eggi Sempat Tak Kooperatif saat Diperiksa Soal Kasusnya

Laporan Supriyanto telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: