Forgot Password Register

Nadia Mulya Bawa Pengalaman di Amerika dalam Menggosok Gigi Anak

Nadia Mulya Bawa Pengalaman di Amerika dalam Menggosok Gigi Anak Nadia Mulya. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Membawa anak ke dokter gigi memang jadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Untuk itu, presenter Nadia Mulya memilih menerapkan pengalamannya saat berobat ke dokter gigi sewaktu kecil di Amerika.

"Aku ini waktu kecil kebetulan aku tinggal di Amerika waktu itu. Setiap kali ke dokter gigi, dokter di sana ngasih stiker yang ada wangi-wanginya, stroberi, dan di sana dokter gigi yang biasa menangani anak-anak, dia itu kayaknya memiliki capability yang menghibur," ujar Nadia ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Nadia Mulya Didik Anak Bekerja untuk Mencapai Sesuatu

Berkaca dari itu, Nadia juga selalu berusaha mencari dokter yang pas dan tepat untuk anak-anaknya, khususnya yang membuat kesan baik agar anaknya tidak takut dengan dokter gigi.

"Makanya kalau nyari dokter gigi, tahu enggak dokter gigi yang biasanya handle anak. Jadi mungkin tips salah satu yang bisa dilakukan, browsing (cari di internet). Paling enggak cari tahu dokter gigi yang biasa untuk anak-anak," tutur Nadia.

Pengalaman menjadi ibu dari empat orang anak ini juga membuat Nadia memiliki kiat tersendiri menerapkan kebiasaan sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur kepada anak-anaknya. Salah satunya dengan mengubah kegiatan menggosok gigi jadi menyenangkan.

"Jadi aku salah satu caranya membuat gosok gigi itu fun adalah aku nyanyiin yang dari Barney, itu biasanya dia nyanyiin. Itu biasanya baru berhenti gosok gigi begitu lagunya sudah selesai," ceritanya.

Baca juga: Nadia Mulya Hamil Anak ke-4 Pada Usia 38 Tahun

Belum lagi ketika sang anak dilibatkan untuk memilih sendiri sikat gigi dan rasa odol, perasan anak jadi bahagia karena semua dilakukan dari hal yang disukainya. Selebihnya, ia bersyukur anak keduanya yang sudah paham membantu dan memberikan contoh kepada adiknya.

"Kita harus mencontohkan, orangtuanya, kakak-kakaknya, kalau bisa ajak lah adik-adiknya. Balik ke karakter anak sih. Yang sudah kelihatan punya, ikut example (contoh), kita dukung dia lagi buat kasih contoh buat adik-adiknya," tutupnya 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More