Forgot Password Register

Nilai Tukar Rupiah Hampir Rp14.000, Gubernur BI: Jangan Lihat Nominal Saja

Nilai Tukar Rupiah Hampir Rp14.000, Gubernur BI: Jangan Lihat Nominal Saja Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (Kanan). (Foto: Pantau.com/Ratih Pratiska)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah kembali terguncang. Berdasarkan data Bloomberg, Kurs rupiah terhadap dollar pagi ini menyentuh Rp. 13.960. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan hal tersebut dampak dari pergerakan ekonomi global terutama di Amerika Serikat.

"Kita tau bahwa hari ini ada FOMC Meeting, dan FOMC (The Federal Open Market Commit) meeting membahas ekonomi Amerika, kita mengikuti ekonomi (AS) membaik, employment membaik, jadi semua pasar berekasi dan berpengaruh pada dunia termasuk kepada rupiah," ujarnya saat ditemui usai acara di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Pihaknya mengaku terus mengawasi perkembangan ekonomi yang terjadi dan akan membahasnya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16-17 Mei 2018 mendatang. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak khawatir karena pelemahan mata uang bukan hanya terjadi di Indonesia.

"Tetapi yang kami jelaskan tidak perlu khawatir BI selau ada dipasar jika ada tekanan. Tekanan juga dialami mata uang lain," ungkapnya.

Baca juga: Klarifikasi Soal Rekaman Fee, Rini Seret Nama Wapres

Ia juga meminta agar pelemahan rupiah tidak terpatok pada nominal besaran kurs rupiah terhadap dolar.

"Kita tahu untuk Indonesia, mata uangnya kalau dilihat bahwa satu dolar sama dengan 5 digit rupiah, tetapi jika mata uang yang lain 1 dolar sama dengan 1 digit atau dua digit uang," katanya.

"Ini kalau seandainya presentase ada depresiasi misalnya 1 persen , 2 persen keliatan di Indonesia jumlahnya besar tapi sebaiknya yang diliat adalah presentase," imbuhnya.

Baca juga: Siap-siap! Perusahaan Rela Gaji Mahal Lulusan Bahasa Ini

Ia menilai terjadinya depresiasi merupakan hal yang wajar namun menurutnya jangan hanya dilihat dari nominal namun juga presentasenya. Pihaknya mengaku terus menjaga agar guncangan yang terjadi pada rupiah tetap dalam batasan yang wajar.

"Tapi mohon jangan hanya liat nominal saja, tapi juga dilihat presentase. Kami BI akan jaga agar volatilitas dalam batas yang wajar, dan BI ingin menjamin bahwa likuiditas dari valuata asing dan jika ada sedikit voltalitas mencerminkan komiten BI menerapkan fleksibel exchange rate," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More