Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Proses Hukum Cepat, Pengacara Dokter Ani Hasibuan Curiga Kriminalisasi

Proses Hukum Cepat, Pengacara Dokter Ani Hasibuan Curiga Kriminalisasi Pengacara Ani Hasibuan, Amin Fahrudin (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Kuasa hukum Dokter Roboah Khairani Hasibuan atau yang dikenal Ani Hasibuan, Amin Fahrudin menyebut bahwa kasus yang menjerat kliennya itu sangat cepat naik ke penyidikan. Hal itu pun membuat pihaknya curiga Ani menjadi target kriminalisasi.

Pasalnya, portal berita tamsh-news.com yang memuat berita penyebab tewasnya ratusan petugas KPPS tercatat pada tanggal Mei 2019. Sedangkan, pada tanggal 15 Mei 2019 polisi telah melayangkan surat pemanggilan.

"Kalau dilihat media ini, memuat tanggal 12 Mei. Kemudian kalau diteliti proses penyidikan dilayangkan surat saksi tapi ini dalam proses penyidikan itu tanggal 15 Mei 2019," ucap Amin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Ini Alasan Dokter Ani Hasibuan Mangkir dari Panggilan Polisi Hari Ini

Sehingga, kata Amin, pihaknya menilai bahwa kliennya telah menjadi targat dari tindakan kriminalisasi dengan adanya pemberitaan yang tak sesuai dengan fakta. Akan tetapi, sambungnya, pihaknya akan tetapi menjalani dan menghormati proses hukum yang telah berjalan hingga saat ini.

"Tidak kurang seminggu proses ini dikejar. Kami duga Ibu Ani jadi target. Kami tidak ingin seorang profesional seperti dokter Bu Ani yang punya kepedulian politik saat ini kemudian beliau dikriminalisasi karena pemelintiran pernyataan di media," kata Amin.

Untuk diketahui, kasus itu bermula saat portal berita thamsh-news.com memuat ucapan dari Dokter Ani soal penyebab tewasnya ratusan petugas KPPS lantaran keracunan zat kimia. 

Baca juga: Banyak Video Hoax, Polisi Sebut Ada Upaya Narasikan Jakarta Tidak Aman

Berita itu diterbitkan atau diunggah pada 12 Mei 2019. Kemudian Dokter Ani dilaporkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu, 12 Mei 2019, yang telah teregistrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, atas dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

Dari laporan itu, Doktor Ani disangkakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: