Forgot Password Register

Headlines

PSI Sebut Program Prabowo-Sandiaga Baru Sebatas Jargon

PSI Sebut Program Prabowo-Sandiaga Baru Sebatas Jargon Rian Ernest (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest menilai saat ini program-program yang ditawarkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno barulah sebatas jargon saja.

Pernyataan Rian itu diungkapkan menanggapi hasil Survei LSI Denny JA menyebutkan bahwa program-program capres-cawapres pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dinilai belum dikenal oleh masyarakat.

"Kami anggap BPN, jadi BPN ini seperti nggak serius mau nyapres, masih bicara di level kulit saja, jargon, tapi apa yang mau dilakukan nggak dikasih tahu," ujar Rian ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Baca juga: PSI Lakukan 'Bersih-bersih DPR' saat Sambangi Kompleks Parlemen, Apa Maksudnya?

Ia pun mengimbau kepada tim BPN terlebih Prabowo-Sandiaga agar lebih detail menawarkan program-programnya agar masyarakat juga bisa kemudian mengetahui dan bisa menentukan pilihan.

"Kalau program kerjanya ditahan-tahan sampe ujung nih sebenarnya niat nggak sih nyapres, gitu lho pertanyaan besar saya. Atau jangan-jangan ini hanya sekedar latihan-latihan aja buat 2024, di depan kita ini bukan 2024, di depan kita ini 2019, gitu sih," ungkapnya.

"Jadi perumpamaannya adalah melemparkan isu itu supaya semua orang nengok, tapi kan sesudah nengok kamu pasti kepo kan? oke, jadi bagaimana cara mengatasi solusi ekonomi? sampai hari ini ada nggak? Nggak ada," lanjutnya.

Baca juga: Caleg PSI Siap Tak Digaji Jika Lolos Jadi Anggota DPR

Sementara itu di sisi lain, ia mengklaim bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf sudah mengeluarkan program-program yang sudah terbukti dan memiliki progres. Akan tetapi memang diakuinya progres tersebut belum mencapai finalnya.

"Misalnya memperkuat SMK misalnya, harusnya SMK diperkuat. Karena yang lebih siap untuk bursa kerja kan SMK. Kalau periode satu fokus di infrastruktur, PR-PR berpuluh tahun ya, konektivitas antar daerah, sudah terjadi. Sekarang kualitas sdmnya. ini kan narasi yang menurut kami clear dan konkret akan dilakukan. kalau kubu sebelah cuma bilang 'sembako mahal" lalu apa? mau diapain itu sembako? nggak jelas," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More