Forgot Password Register

Serangan Teroris 9/11, Pengadilan AS Perintahkan Iran Bayar USD6 Miliar

Bendera Iran. (Foto: Pixabay) Bendera Iran. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hakim Distrik AS George Daniels memerintah Iran untuk segera membayar ganti rugi sebesar USD6 miliar kepada korban serangan teroris 11 September 2001 atau yang lebih dikenal dengan serangan 9/11.

Melansir Russia Today, Kamis (3/5/2018). hal itu juga terlepas dari fakta bahwa sebagian besar pembajak pesawat adalah warga negara Saudi, dan tidak ada hubungan langsung yang pernah ditemukan ke Iran.

Hakim Federal di New York menyatakan Iran, bank sentral negara itu, dan Korps Garda Revolusi Islam bertanggung jawab atas kematian lebih dari 1.000 orang dalam serangan 11 September. 

Baca juga: Pria Ini Nekat Bakal Lempar (Lagi) Presiden dengan Sepatu, Siapa Dia?

Keputusan tersebut merupakan kompensasi sebesar USD12,5 juta untuk korban per pasangan, USD8,5 juta untuk orang tua, USD8,5 juta untuk anak, dan USD4,25 juta per saudara. 

AS berpotensi aset Iran yang membeku di AS dan Eropa selama bertahun-tahun. Jumlahnya mencapai miliaran dolar. Namun, semua tergantung apakah putusan pengadilan tersebut dijalankan oleh Iran atau tidak.

Ini bukan pertama kalinya Daniels mengeluarkan putusan terhadap Iran. Pada tahun 2011 dan 2016, hakim New York memerintahkan Republik Islam untuk membayar miliaran dolar kepada para korban serangan, yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Baca juga: Diduga Sebar Berita Palsu, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad 'Digarap' Polisi

Iran belum bereaksi terhadap putusan tersebut. Namun sebelumnya, dikatakan jika tuntutan tersebut konyol kaeran dianggap tidak berkaitan langsung dengan Iran.

"CIA & FDD menyampaikan berita palsu terkait dokumen AlQaeda. Iran tidak dapat menutupi peran sekutu AS dalam 9/11," Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menulis di Twitter tahun lalu.

Sekitar 15 pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Arab Saudi, sementara dua berasal dari Uni Emirat Arab, satu berasal dari Mesir, dan satu berasal dari Libanon. Namun, gugatan AS, awalnya diajukan pada tahun 2004, masih mengklaim bahwa Iran berada di belakang serangan tersebut secara pelatihan dan bantuan keuangan. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More