Forgot Password Register

Setelah 100 Tahun, Hewan Unik Asal Australia Akhirnya Kembali ke Alam

Setelah 100 Tahun, Hewan Unik Asal Australia Akhirnya Kembali ke Alam Bayi Bilby yang baru lahir di Alice Springs Desert Park. (Foto: ABC)

Pantau.com - Salah satu hewan endemik paling lucu di Australia, bilby, akhinya kembali ke alam liar di New South Wales (NSW) untuk pertama kali setelah 100 tahun lebih. Sebanyak 30 hewan berkantung itu dilepas ke daerah pelestarian yang sangat terlindungi pada Rabu (5/12/2018).

Bilby merupakan kelinci-bandicoots atau hewan omnivora marsupial dengan telinga panjang yang tinggal di gurun. Hewan yang masuk dalam anggota dari kelurga Peramelemorphia, telah punah di NSW sejak 1910, ketika predator seperti rubah dan kucing melahap populasi hewan lucu itu di alam liar.

Saat ini, pemerintah NSW mendorong untuk mengembalikan spesies asli tersebut ke alam liar bukan hanya akan menyaksikan kembalinya bilby ke habitat asli mereka, tapi sejumlah spesies lain termasuk kanguru kecil dengan ekor berkepang, seperti numbat dan bettong.

Baca juga: Ini Dia Zhou Xinyue, Gadis China yang Dijuluki 'Ratu Serigala'


Hewan Bilby dan anaknya yang diberi nama Joe. (Foto: ABC News/Alice Springs Desert Park)

Baca juga: Sebuah Gua Raksasa 'Virgin' Ditemukan di Kanada, Begini Penampakannya

"Bilby merupakan hewan pertama dari 13 hewan regional yang punah akan kembali ke alam liar melalui proyek 10 tahun NSW Government Saving Our Species," kata Menteri Lingkungan Hidup NSW Gabrielle Upton sebagaimana dikutip Xinhua.

Daerah seluas 5.800 hektare di Wilayah Piliga, yang dikeliling oleh 32 kilometer pagar pelindung dari predator, akan melindungi hewan itu dari ancaman. Wilayah itu juga berisi ekosistem yang diharapkan oleh para penyelenggara akan menyamapi tanah pada jaman dulu sebelum permukiman orang Eropa dan pengenalan spesies liar yang menjadi ancaman.

"Tujuannya ialah Pilliga akan kembali ke kondisinya pada 200 tahun lalu, sebelum hewan liar yang mengancam merenggut korban mereka," kata Kepala Pelaksana Australian Wildlife Conservancy Tim Allard.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More