Forgot Password Register

Soal Pembantaian Warga Palestina di Gaza, PBB Kecam Aksi Israel

Ilustrasi PBB (Foto: Reuters/Brendan McDermid) Ilustrasi PBB (Foto: Reuters/Brendan McDermid)

Pantau.com - Kantor hak asasi manusia PBB mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan Israel di Perbatasan Gaza terhadap demonstran Palestina, Selasa (15/5/2018).

Juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, dalam pertemuan rutin PBB di Jenewa mengatakan, Israel memang punya hak untuk mempertahankan daerah perbatasan mereka sesuai dengan hukum internasional.

Namun dia menekankan bahwa kekerasan yang berpotensi menghilangkah nyawa harus digunakan sebagai pilihan terakhir, dan tidak bisa dibenarkan hanya karena aksi para demonstran Palestina yang mendekati pagar pembatas Israel.

Baca juga: Pembantaian Warga Palestina Di Jalur Gaza, Gedung Putih: Hamas Bertanggung Jawab

Sebelumnya pada Senin (14 Mei 2018) waktu setempat, 55 pengunjuk rasa asal Palestina tewas oleh tentara Israel saat berdemonstrasi di sejumlah titik perbatasan.

Rangkaian unjuk rasa itu sudah dimulai sejak 30 Maret lalu dan akan memuncak pada hari ini, untuk memperingati hari Nakba, yang berarti bencana pendirian negara Israel tahun 1948. Saat itu ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah akibat berdirinya Israel.

Terkait penggunaan kekerasan mematikan dalam demonstrasi di sepanjang daerah perbatasan Gaza, Israel mengatakan bahwa mereka punya hak untuk melindungi wilayahnya. Mereka juga sudah menjatuhkan ribuan pamflet berisi anjuran agar warga Gaza tidak mengikuti unjuk rasa.

Baca juga: Bentrokan di Jalur Gaza Semakin Panas, 55 Warga Palestina Tewas

Selain itu, mereka juga menuding kelompok yang saat ini berkuasa di Gaza, Hamas, sebagai provokator yang memancing kekerasan agar menimbulkan korban.

"Pesan saya kepada warga Gaza: Jangan mau diperalat oleh (Pemimpin Hamas Yahya al) Sinwar, yang mengirim anak-anak kalian untuk mengorbankan nyawa tanpa manfaat. Kami tidak akan membiarkan pagar pelindung kami dirusak," kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More