
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan penolakan terhadap tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela yang dinilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain.
"Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas dan tegas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945," ungkapnya.
Hasanuddin menilai bahwa tindakan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya merupakan bentuk kesewenang-wenangan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum internasional.
Seruan ke PBB dan Mitigasi Dampak Ekonomi Global
Ia menekankan pentingnya Indonesia bersikap proaktif melalui perwakilan tetapnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendorong penyelesaian konflik secara adil melalui mekanisme hukum internasional.
“Indonesia harus ikut menjaga marwah PBB sebagai lembaga internasional yang mampu menyelesaikan konflik global secara beradab, adil, dan berbasis hukum. Inilah perwujudan nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung,” tegas Hasanuddin.
Ia juga mengingatkan bahwa Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga konflik ini berpotensi memicu gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar energi global.
“Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak ekonomi global, khususnya potensi lonjakan harga minyak, dan menyiapkan skenario mitigasi guna menjaga kesehatan fiskal APBN serta stabilitas ekonomi nasional,” katanya.
Peringatan Strategis bagi Ketahanan Nasional
Hasanuddin menilai bahwa penangkapan Presiden Venezuela oleh pasukan asing di ibu kota negaranya sendiri merupakan sinyal penting yang harus menjadi pelajaran strategis bagi Indonesia.
"Ini menunjukkan adanya runtuhnya dukungan politik publik serta rendahnya kesiagaan pertahanan, atau bahkan indikasi pembiaran dari unsur militer di negara tersebut,” ungkap legislator yang membidangi urusan pertahanan dan hubungan luar negeri ini.
Ia menegaskan bahwa kedaulatan negara tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya.
“Pemerintah Indonesia harus belajar dari situasi yang terjadi di Venezuela dengan memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapsiagaan pertahanan negara,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah melancarkan operasi militer ke Venezuela.
“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela,” katanya.
Trump juga menyebut bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.
“Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” ucap Trump.
- Penulis :
- Gerry Eka









