
Pantau - Penyebab resmi kematian Victoria, putri aktor Tommy Lee Jones, yang ditemukan meninggal di sebuah hotel di San Francisco, hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh otoritas setempat.
Sumber penegak hukum menduga terdapat kemungkinan campuran fentanil dalam obat yang dikonsumsi Victoria sebelum meninggal dunia.
"Kemungkinan besar berhubungan dengan fentanil. Orang-orang mendapatkan semua obat mereka dengan fentanil sekarang," kata seorang petugas Departemen Kepolisian San Francisco yang dikutip dari NY Post.
Aparat menduga para pengedar mencampurkan fentanil ke dalam berbagai jenis obat resep palsu maupun narkoba ilegal untuk meningkatkan efeknya.
Fentanil dan Ancaman Overdosis Mematikan
Berdasarkan penjelasan Center for Disease Control (CDC) dan National Institute on Drug Abuse (NIDA), fentanil merupakan obat golongan opioid.
Zat ini memiliki karakteristik serupa dengan morfin atau heroin, namun sepenuhnya dibuat secara sintetis di laboratorium.
Secara medis, fentanil disetujui sebagai obat pereda nyeri dengan resep dokter, terutama untuk pasien yang mengalami nyeri hebat seperti pascaoperasi.
Namun, fentanil ilegal kini menjadi pendorong utama krisis overdosis dan kecanduan narkoba di Amerika Serikat.
Dalam dosis yang sangat kecil sekalipun, fentanil dapat menyebabkan overdosis fatal tanpa disadari penggunanya.
Overdosis sering terjadi karena fentanil dicampurkan secara diam-diam ke dalam pil resep palsu atau narkoba ilegal lainnya.
Fentanil Disebut Senjata Pemusnah Massal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani surat perintah eksekutif pada Desember lalu yang mengklasifikasikan fentanil sebagai "senjata pemusnah massal".
Surat perintah tersebut juga mencakup berbagai bahan kimia lain yang sering dioplos bersama fentanil.
Dalam dokumen itu, fentanil ilegal disebut "lebih mirip senjata kimia daripada narkotika".
Disebutkan pula bahwa dosis dua miligram fentanil, setara dengan 10 hingga 15 butir garam meja, sudah merupakan dosis mematikan.
"Ratusan ribu warga Amerika meninggal akibat overdosis fentanil," tertulis dalam surat perintah eksekutif tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka








