Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Tenaga Padat Karya dan Peran Strategis Kampus–BRIN dalam Pemulihan Pascabencana

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tenaga Padat Karya dan Peran Strategis Kampus–BRIN dalam Pemulihan Pascabencana
Foto: (Sumber: Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dimaknai sebagai proses pemulihan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial, ekonomi, dan martabat masyarakat terdampak. ujar Hetifah melalui rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (31/12/2025). Foto Mentari/rni.)

Pantau - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dipandang sebagai proses pemulihan menyeluruh, bukan sekadar pembangunan ulang infrastruktur fisik.

Ia menyebut pemulihan juga harus mencakup aspek sosial, ekonomi, dan pemulihan martabat masyarakat terdampak.

"Pendekatan tenaga padat karya menjadi strategi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam proses pemulihan," ungkap Hetifah.

Melalui pendekatan tersebut, warga terdampak bisa langsung terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus mendapatkan penghasilan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Sinergi Perguruan Tinggi dan BRIN untuk Ketangguhan Jangka Panjang

Pendekatan padat karya turut memperkuat solidaritas sosial dan rasa memiliki masyarakat dalam membangun kembali wilayah yang terdampak bencana.

Hetifah juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pemulihan pascabencana.

Menurutnya, kampus dapat berkontribusi dalam asesmen risiko, perencanaan pembangunan berkelanjutan, pelatihan keterampilan warga, serta dukungan untuk pemulihan psikososial.

"Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat menjadikan perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan," ujarnya.

Ia juga menyebut peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra penting dalam mendukung pemulihan berbasis data, riset, dan inovasi.

BRIN berperan dalam pengembangan teknologi tepat guna, pemetaan risiko bencana, sistem peringatan dini, hingga model pembangunan adaptif yang sesuai karakteristik wilayah terdampak.

Hetifah menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset agar manfaatnya bisa langsung diterapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

"Sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BRIN membuat penanganan pascabencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi momentum membangun ketangguhan jangka panjang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelasnya.

Komisi X DPR RI juga mendorong agar kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari kebijakan nasional penanganan bencana yang terintegrasi, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka