Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lebih dari 116 Ribu Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar, BPBD: Penanganan Masih Tahap Darurat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lebih dari 116 Ribu Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar, BPBD: Penanganan Masih Tahap Darurat
Foto: (Sumber: Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (kedua kiri) menyalurkan bantuan sembako kepada korban terdampak banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melaporkan bahwa sebanyak 41.196 kepala keluarga atau 116.027 jiwa terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Banjir juga merendam 22.991 unit rumah, mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan berbagai fasilitas umum tidak dapat berfungsi.

Laporan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk pada hari Minggu.

Ribuan Warga Rentan Terdampak, Puluhan Ribu Mengungsi

BPBD Banjar mencatat sejumlah kelompok rentan turut terdampak banjir per data terakhir pada 4 Januari 205, meliputi:

Ibu hamil sebanyak 272 orang, bayi 455 orang, balita 1.521 orang, anak-anak 2.380 orang, penyandang disabilitas 275 orang, serta lansia 2.911 orang.

Sementara itu, total pengungsi akibat banjir masih mencapai 5.045 jiwa hingga saat ini.

Banjir juga berdampak pada infrastruktur umum, dengan rincian sebagai berikut: 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 gedung kantor, 96 unit fasilitas umum, 18 jembatan, serta 3.451 hektare sawah dan kebun ikut terendam.

Yayan Daryanto menjelaskan bahwa cakupan wilayah terdampak mulai menunjukkan penurunan.

"Jumlah kecamatan yang terdampak sebelumnya mencapai 16 kecamatan, lalu menurun menjadi 14, 10, dan kini tinggal delapan kecamatan," ungkapnya.

Namun ia menegaskan bahwa penurunan wilayah tidak serta-merta menunjukkan penurunan jumlah warga terdampak.

Hal ini disebabkan karakteristik wilayah berbeda, di mana wilayah hulu mungkin hanya terdampak sebagian kecil, tetapi wilayah hilir seperti sepanjang sungai terdampak secara menyeluruh.

Bantuan Huntara Masih Dibahas, Fokus pada Tanggap Darurat

BPBD Banjar menyatakan bahwa bantuan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap bagi para korban banjir masih dalam tahap pembahasan.

"Nanti setelah masa darurat selesai, kami akan mendata. Kami akan melihat hasil asesmen dan penilaian di lapangan untuk menentukan apakah warga terdampak memerlukan huntara atau bentuk bantuan lainnya, termasuk penilaian terhadap kategori kerusakan rumah masing-masing," jelas Yayan.

Ia menekankan bahwa fokus saat ini adalah pada penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, distribusi logistik, serta pendirian posko dan dapur umum di wilayah terdampak.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Gerry Eka