
Pantau - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution akan segera menerbitkan surat keputusan (SK) gubernur terkait pendataan rumah terdampak banjir dan longsor sebagai langkah percepatan penyaluran bantuan kepada warga.
Penerbitan SK ini menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumut pada akhir November 2025.
"Kami akan menerbitkan SK gubernur hari ini untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat, dan sisanya akan disempurnakan," ungkap Bobby.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini terdapat 15 kabupaten/kota yang telah menerbitkan SK rumah terdampak bencana.
Dua daerah lainnya, yakni Tebing Tinggi dan Medan, masih dalam proses penyusunan SK, sementara dua kabupaten, yaitu Asahan dan Batu Bara, tidak mengajukan.
Bobby berharap langkah percepatan ini dapat mempercepat proses pemulihan pasca-bencana dan mengurangi jumlah warga yang masih tinggal di pengungsian, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Pembangunan Hunian Tetap dan Bantuan Pemerintah
Sebagai bagian dari pemulihan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI bersama Yayasan Buddha Tzu Chi membangun 648 unit hunian tetap di empat daerah terdampak paling parah.
Hunian tersebut terdiri dari:
- 200 unit di Kota Sibolga
- 118 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah
- 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara
- 227 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan
"Masyarakat kita yang ingin kembali ke rumah bisa membersihkan rumah mereka. Kembali beraktivitas butuh bantuan, ini disiapkan Kementerian Sosial dan BNPB, sehingga bisa mengurangi jumlah warga di pengungsian," ujarnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah akan menyalurkan bantuan pasca-bencana berupa dana sebesar Rp3 juta per keluarga untuk kebutuhan perabotan dan peralatan rumah tangga.
Dalam rapat koordinasi virtual pendataan pasca-bencana tiga provinsi di Sumatra dengan Kementerian Dalam Negeri, Saifullah juga menyebutkan adanya bantuan tambahan seperti:
Jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan
Bantuan modal sebesar Rp5 juta per keluarga untuk memulai usaha baru
Kemensos juga telah menyalurkan santunan korban jiwa, yakni:
- Rp15 juta per korban meninggal dunia
- Rp5 juta per korban luka berat
Total, 111 ahli waris di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menerima santunan tersebut.
Skema Bantuan Stimulan untuk Rumah Rusak
BNPB menetapkan skema bantuan stimulan untuk rumah rusak sebagai berikut:
- Rp15 juta untuk rumah rusak ringan
- Rp30 juta untuk rumah rusak sedang
- Rp60 juta untuk rumah rusak berat
"Kami melalui BNPB akan menyalurkan bantuan ini sesuai dengan data by name by address yang diberikan daerah. Jadi daerah mengasesmen masyarakat yang terdampak. Semakin cepat datanya terkumpul, semakin cepat penyalurannya," jelas pihak BNPB.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya percepatan pendataan dan penerbitan SK dari pemerintah daerah.
"Semua ini kuncinya kecepatan data. Kalau masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang, cepat mendapat bantuan. Mereka bisa pulang, membersihkan rumah, mulai aktivitas," tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








